

Pada segmen kelima, calon bupati Sulianti Murad juga menghadang paslon bertagline Winstar tersebut dengan pertanyaan serupa.
“Empat sampai dengan lima tahun APBD kita tidak meningkat. Ekonomi lesu. Di era bupati sebelumnya APBD Banggai meningkat. Di era Sofhian Mile APBD meningkat 2 kali lipat dari Rp781 miliar naik Rp1,7 triliun, saat APBD peralihan di tahun 2016. Sebenarnya ada problem apa bapak (HY) tidak mampu meningkatkan keuangan daerah,” tanya Sulianti.
HY kembali maladeninya. Ada jatah secara nasional yang harus diperhatikan. Bukan masalah naik lantas dibandingkan dengan yang kemarin. APBD itu 50 persen untuk gaji dan tunjangan pegawai, 20 persen untuk pendidikan, 10 persen untuk kesehatan dan selebihnya untuk pokir.
“Jangan terlalu bersandar pada posisi kekurangan tadi. Tapi bagaimana kita memulai pemerintahan dengan baik. ASN mendapat tukin. Dan itu harus dikaji. Kemarin saat APBD naik, tanya pegawai berapa tunjangannya. Sekarang tunjangan camat luar biasa. Eselon III dan esleon II,” kata HY.
Baca juga: Cawabup 03 Kritik Moderator, tidak Mengarahkan Paslon 02 Menanggapi Paslon 01
Bagaimana kita berikan sentuhan kepada pahlawan kebersihan. Dulu kata HY hanya Rp700 ribu per bulan. Dan sekarang, Rp1,7 juta per bulan. “Jangan juga turun APBD kita tidak bisa bikin apa-apa. Salah pola pikir itu,” ucap HY.
Terkait Sakip A yang diperoleh pada pemerintahannya bersama Mustar Labolo, HY kembali memberi penjelasan.
Di tahun kedua pemerintahan, kami bedah APBD. Ada Rp217 miliar uang rakyat. Jika tidak gunakan Sakip, maka akan lenyap dipakai tanpa sesuatu output yang jelas. Anggaran itu didorong ke sektor pariwisata, pendidikan dan kesehatan dan semuanya. Ini menjadi bukti kata HY, kesungguhan kita dalam mensejahterakan masyarakat Kabupaten Banggai. *
(yan)
Discussion about this post