LUWUK TIMES, Luwuk – Kiprah PTM Kings Luwuk patut mendapat apresiasi.
Meski belum genap satu tahun berdiri, klub tenis meja yang bermarkas di Luwuk Selatan itu telah menorehkan berbagai prestasi membanggakan. Mulai dari tingkat regional, nasional hingga internasional.
Salah satunya adalah pada Turnamen Tenis Meja Bupati Paser Open 2025.
Saat itu PTM Kings Banggai Jawara Single Putra, dengan menurunkan
Petenis Meja Motoki Mawatari asal Jepang.
Selain pada single putra, petenis meja Kings Banggai juga keluar sebagai juara ke 2 pada nomor beregu duo mix. Mereka adalah Habibie wahid, Mitoki Mawatari dan Riri.
Di bawah pembinaan H. Azwar Abdul Hamid atau yang akrab disapa Haji Eki, PTM Kings fokus mencetak atlet-atlet muda berbakat sebagai generasi penerus tenis meja Kabupaten Banggai.
Saat ini, klub tersebut aktif membina atlet usia dini hingga remaja, mulai dari 15 sampai 20 tahun.
Keseriusan pembinaan itu kini diarahkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah yang akan berlangsung di Kabupaten Morowali.
Melalui PTMSI Banggai, PTM Kings berencana mengirim sejumlah atlet mengikuti try out di Jakarta sebagai bagian dari persiapan menuju ajang bergengsi tersebut.
“Sebelumnya kita akan melaksanakan seleksi internal terlebih dahulu. Hasil seleksi itu yang akan menentukan atlet-atlet yang kami kirim untuk mengikuti try out,” kata Haji Eki kepada Luwuk Times, Sabtu (6/6/2026).
Bagi Haji Eki, dunia tenis meja bukan hal baru. Kecintaannya terhadap olahraga tersebut telah tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah.
“Sejak SD, SMP hingga SMA saya sudah aktif sebagai atlet tenis meja. Bahkan saat kuliah di Makassar, saya pernah masuk tiga besar pada kompetisi internal kampus,” kenangnya.
Berbekal pengalaman dan kecintaan terhadap tenis meja itulah, Haji Eki bertekad melahirkan atlet-atlet muda berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Banggai di berbagai ajang olahraga.
Melalui PTM Kings, ia berharap pembinaan yang berkelanjutan dapat mencetak atlet-atlet berkualitas yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat daerah, tetapi juga menembus level nasional bahkan internasional. *
Sofyan Labolo

