LUWUK TIMES — Meski ruangan ber AC, namun suasana Media Center Kodim 1308/LB, Minggu (01/03/2026) tadi malam terasa hangat. Bukan agenda resmi penuh protokoler. Akan tetapi silaturahmi santai antara Dandim 1308/LB Letkol Inf. Cepi Kartiwa bersama jajaran dan para wartawan.
Di tengah obrolan yang cair, Cepi Kartiwa, membuka percakapan dengan gaya lugas. Ia mengaku hampir dua bulan bertugas, namun baru kali ini bisa bersua langsung dengan insan pers.
“Jauh hari sebenarnya sudah ada niat untuk agenda ini. Tapi karena banyak kegiatan lain, baru sekarang terlaksana,” ujarnya.
Berbeda dengan Kasdim dan sejumlah perwira lain yang sudah lama bertugas dan terkenal luas, Cepi menyadari dirinya masih “warga baru”. Karena itu, menurutnya, komunikasi dan perkenalan menjadi langkah awal yang penting.
“Sebagai orang baru, saya perlu tahu dan dikenal. Banyak pihak yang harus saya bangun komunikasi. Salah satunya media,” katanya,
Mitra Strategis
Baginya, pers bukan sekadar peliput kegiatan. Media adalah mitra strategis yang vital bagi organisasi. Lewat pemberitaan, seluruh aktivitas satuan, mulai dari personel, tugas hingga tanggung jawab dapat masyarakat ketahui.
“Yang terpenting itu komunikasi. Kalau kita tidak kenal dan tidak dekat, nanti muncul jarak. Budaya kita harus adaptif, membangun hubungan kekeluargaan,” tuturnya.
Ia menegaskan, TNI saat ini bukan lagi soal “jago-jagoan”. Peran utama adalah sebagai pengayom dan benteng masyarakat. Dalam konteks keamanan wilayah, sinergi dengan Polri pun menjadi prinsip yang haru kita pegang.
“Saat situasi genting, kami di depan. Tapi saat kondisi aman, kami di belakang mendukung Polri,” ucapnya menggambarkan soliditas antar institusi.
Suka Olahraga
Di balik seragam lorengnya, Cepi ternyata memiliki latar belakang olahraga. Ia menempuh pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia (dulu IKIP Bandung) jurusan olahraga. Bahkan ia sempat berseloroh, siap menembak bareng atau main bulutangkis bersama wartawan.
“Dasar saya memang olahraga,” katanya tersenyum.
Karier militernya bermula sebagai Abituren Bintara Karier (Abiturex BAPK) tahun 2004. Kemudian dilantik sebagai Letnan Dua. Penugasan pertamanya adalah Kodam Iskandar Muda, Aceh.
Selama sekitar 10 tahun di Tanah Rencong, ia merasakan langsung masa transisi dari konflik menuju perdamaian.
Dari Aceh Utara hingga Selatan, Barat sampai Timur, termasuk Aceh Tengah, hampir seluruh wilayah ia jelajahi.
Bahkan perbatasan Medan hingga Pulau We dan Usabang ujung barat Indonesia pernah menjadi bagian pengabdiannya.
Selepas Aceh, ia melanjutkan tugas sebagai Perwira Jas pada Sesko TNI Bandung selama enam tahun.
Kemudian bertugas di Kodam XII/Tanjungpura Kalimantan selama dua tahun, kembali ke Bandung, hingga akhirnya mendapat amanah di Sulawesi Tengah sebagai Dandim 1308/LB.
412 Personel
Kini, ia memimpin 412 personel yang tersebar tiga kabupaten, yakni Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut, dengan 14 Koramil di bawah komandonya.
Ia akui, masih ada sejumlah Koramil Bangkep dan Balut yang belum sempat ia kunjungi.
“Banggai sudah kami datangi. Tinggal Bangkep dan Balut yang akan segera kami agendakan,” ujarnya.
Belum lama ini, ia juga mengikuti Rakornas Sentul bersama unsur Forkopimda Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres dan Kajari sebagai bagian dari konsolidasi nasional.
Silaturahmi dengan wartawan, menurutnya, adalah bagian dari konsep komunikasi yang ingin ia bangun sejak awal menjabat.
“Jangan sampai kita dianggap sombong atau apatis. Karena itu kami ingin bersilaturahmi dan memperkenalkan jajaran perwira Kodim, termasuk Kasdim 1308/LB,” katanya.
Pada penghujung pertemuan, tak ada jarak yang terasa. Yang ada hanya tawa ringan, rencana olahraga bersama, dan tekad membangun sinergi berkelanjutan antara TNI dan pers demi Banggai yang aman dan harmonis. *
Reporter Sofyan Labolo

