Advertising

Example floating
Example floating

Di Balik Kemurnian Alquran, Ini Kisah Zaid bin Tsabit Sang Penulis Wahyu

Sofyan
Kitab suci Alquran
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

TAHUKAH kalian bagaimana ribuan ayat Alquran yang turun selama 23 tahun bisa terjaga rapi hingga sampai ke meja kita hari ini?

Di balik kemurnian kitab suci kita, ada sosok pemuda jenius yang ditunjuk langsung oleh Rasulullah SAW.

IMG-20260829-WA0006

Ia adalah Zaid bin Tsabit, sosok “pahlawan di balik layar” yang jasanya abadi di setiap lembar Mushaf yang kita baca.

 

Siapa Zaid bin Tsabit?

Zaid adalah pemuda asli Madinah (Anshar).

Ia bukan sekadar sahabat biasa; ia adalah “asisten intelektual” Rasulullah.

Bayangkan, saat usianya baru belasan tahun, ia sudah memiliki kecerdasan yang membuat orang dewasa takjub.

Zaid bukan penulis yang “kebetulan” ada. Ia dipilih secara resmi. Setiap kali wahyu turun, Rasulullah sering bersabda, “Panggilkan Zaid!”.

Zaid akan datang membawa pelepah kurma, kepingan batu, atau kulit binatang.

Di bawah pengawasan langsung Nabi, ia mencatat setiap kata dengan sangat teliti.

Hebatnya, setelah menulis, Nabi memintanya membaca ulang untuk memastikan tidak ada satu titik pun yang salah. Inilah “Quality Control” pertama dalam sejarah penulisan kitab suci.

Apa yang membuat Zaid begitu spesial di mata Nabi?

1. Hafalan Baja: Tak hanya menulis, ia juga menghafal Alquran di luar kepala.

2. Ahli Bahasa: Nabi pernah memerintahkannya belajar bahasa Yahudi (Ibrani). Hanya dalam waktu 15 hari, Zaid sudah fasih bicara dan menulis bahasa tersebut! Inilah yang membuatnya menjadi sekretaris diplomatik kepercayaan Nabi.

3. Ketelitian Luar Biasa: Ia tidak pernah menuliskan satu ayat pun tanpa saksi dan bukti fisik yang kuat.

Jasa Zaid yang paling monumental terjadi setelah Nabi wafat. Saat itu, catatan Alquran masih berserakan di rumah-rumah sahabat—ada yang di batu, ada yang di kayu.

Di masa Khalifah Abu Bakar, Zaid diberi tugas yang ia sebut “lebih berat daripada memindahkan gunung”: Mengumpulkan semua serpihan itu menjadi satu Mushaf utuh.

Berkat kerja keras dan ketelitian Zaid-lah, Alquran tidak hilang ditelan zaman dan tetap seragam hingga sekarang.

 

Di Mana Makam Sang Pahlawan Sekarang?

Jika kamu berkesempatan mengunjungi Madinah, mampirlah ke Jannatul Baqi, pemakaman bersejarah yang terletak persis di samping Masjid Nabawi. Di sanalah Zaid bin Tsabit beristirahat.

Seperti makam sahabat lainnya di Baqi, makamnya sangat sederhana tanpa bangunan atau nisan bertuliskan nama.

Namun, meski makamnya tak bertanda mewah, namanya selalu “hidup” setiap kali umat Islam di seluruh dunia melantunkan ayat suci Alquran. *

Sumber akun FB Islam Rahmatan Lil’alamin

-->