Sulteng

Gubernur Sulteng Rusdy Buka Peluang Investasi Bagi Australia, Promosikan EBT di Luwuk Banggai

2327
×

Gubernur Sulteng Rusdy Buka Peluang Investasi Bagi Australia, Promosikan EBT di Luwuk Banggai

Sebarkan artikel ini
Editor: Sofyan Labolo
Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura bersama Konsul Jenderal Australia di Makassar Todd Dias, Kamis (01/02/2024). (Foto: Setdaprov Sulteng)

Luwuktimes.id — Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura, membuka peluang investasi bagi Australia.

Bahkan orang nomor wahid di provinsi yang memiliki 13 kabupaten/kota ini menyebut beberapa jenis peluang investasi yang ada di Sulteng.

Bertempat di ruang kerjanya Kamis (01/02/2024), Gubernur Sulteng menerima kunjungan Konsul Jenderal Australia di Makassar Todd Dias.

Obrolan seputar investasi ini pun berlangsung akrab.

Kata Gubernur Rusdy, ada beberapa peluang investasi yang menarik di Sulteng.

Seperti nikel, kawasan pangan nusantara, pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dan cagar megalitikum.

“Kita harap nanti Australia banyak berinvestasi di Sulawesi Tengah,” ucapnya berharap.

Nikel yang terdapat di Morowali kata Gubernur berperan penting dalam industri kendaraan listrik.

Terlebih Australia sebutnya lagi terkenal sebagai produsen mobil holden yang melegenda di Indonesia.

Sementara kawasan pangan nusantara, jelasnya lagi dikembangkan untuk mewujudkan lumbung pangan sebagai penopang IKN Nusantara.

Baca:  Pesan Gubernur Sulteng Rusdy Mastura Buat Finalis Putri Danau Poso

Di dalam sana lanjut Rusdy, selain dibudidayakan aneka tanaman pangan juga diujicobakan program penggemukan sapi dan penanaman durian seluas 3000 hektar.

Untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT) berbasis bayu atau angin, potensi ini menurut Cudi sapaan akrab Rusdy Mastura ada di Luwuk Kabupaten Banggai dengan daya mencapai 1000 MW.

“Kalau ada nanti pengusaha Australia mau berinvestasi, maka akan kita siapkan,” kata Gubernur meyakinkan konsul jenderal.

Cagar megalitikum yang tersebar di Kabupaten Poso dan Sigi sebutnya menjadi saksi megahnya peradaban masa lalu yang layak diangkat sebagai destinasi minat khusus.

Begitu juga dengan keindahan wisata pantai di Donggala yang mendapat sanjungan duta besar Ceko. Yang berencana memindahkan kantor konsulat Dubesnya ke Palu.

“Sudah dilihat dan menurutnya lebih cantik,” tandasnya.

Strategi Ekonomi 2040

Pada kesempatan itu, Konsul jenderal Todd Dias menyampaikan bahwa pemerintah Australia telah menetapkan strategi ekonomi jangka panjang 2040.

Baca:  Januari 2024, Polda Sulteng Ungkap 68 Kasus Narkoba dan Sita 7,6 Kg Sabu

Termasuk di dalamnya MoU perdagangan dan investasi dengan Indonesia sejak 2020.

Ia juga mengakui jumlah investasi negaranya di Indonesia terbilang sedikit.

Dan olehnya Ia akan lebih sering mengunjungi daerah-daerah di kawasan timur Indonesia untuk melirik peluang investasi yang bisa dikerjasamakan.

“Setiap bulan saya mau keluar Makasar untuk mengunjungi provinsi-provinsi lain,” sebutnya yang juga akan melihat KEK Palu.

Selain pembicaraan tentang investasi, Konsul Jenderal Todd juga menawarkan program beasiswa pendidikan Australia Award dan kursus singkat.

“Kami membuka peluang orang Indonesia khususnya Sulawesi Tengah untuk mengikuti beasiswa ini,” ungkapnya tentang program beasiswa yang telah memberi manfaat lebih dari 70 tahun.

Di akhir pertemuan tak lupa Ia mengajak Gubernur berkunjung ke Australia untuk menengok mahasiswa Sulteng yang menimba ilmu di sana. *

Adpim Setdaprov Sulteng

error: Content is protected !!