LUWUK TIMES – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung An-Nuur Luwuk mulai menyalurkan zakat kepada para penerima yang berhak.
Penyaluran ini pada H-2 Lebaran sebagai bagian dari pelayanan kepada jamaah yang telah menunaikan kewajiban zakat fitrah selama bulan Ramadhan.
Meski sebagian zakat telah didistribusikan, Unit Pengumpul Zakat Masjid Agung An-Nuur Luwuk masih terus membuka layanan penerimaan zakat hingga malam takbiran menyambut 1 Syawal 1447 H.
Pengurus DKM Agung An-Nuur Luwuk, Ustad Jazuli Djamaluddin, Sabtu (14/3/2026) mengatakan, pihaknya tetap melayani jamaah yang ingin menunaikan zakat fitrah.
“Kami masih membuka penerimaan pembayaran zakat setiap selesai shalat fardu,” ujar Jazuli.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah petugas yang melayani penerimaan zakat dari jamaah. Yakni Ustad Jumahir, Lutfi Yusuf, Ismail Manopo, dan Ibrahim Al Mahdali.
Menurut Jazuli, sebagian zakat yang terkumpul mulai disalurkan kepada para mustahik pada H-2 Lebaran. Namun pelayanan penerimaan zakat tetap berjalan hingga malam takbiran.
“Penyaluran zakat kami lakukan agar bisa segera dirasakan manfaatnya oleh para penerima. Namun penerimaan tetap kami buka sampai malam takbiran,” jelasnya.
Keuangan Masjid Agung An-Nuur Luwuk
Selain menyampaikan informasi terkait zakat, Jazuli juga melaporkan kondisi keuangan Masjid Agung An-Nuur Luwuk kepada jamaah shalat tarawih.
Ia menyebutkan, hingga Sabtu (14/3/2026), saldo kas masjid tercatat sebesar Rp26,1 juta lebih.
Jumlah tersebut bertambah setelah adanya infaq dari jamaah sebesar Rp1,4 juta lebih. Sehingga total sementara mencapai Rp27,5 juta.
Namun setelah keluar biaya rutin sebesar Rp500 ribu untuk insentif penceramah tausiah Ramadhan, saldo kas masjid hingga malam itu tercatat sekitar Rp27 juta lebih.
DKM Masjid Agung An-Nuur Luwuk juga menerima tambahan pemasukan sebesar Rp1,5 juta yang rencananya akan digunakan untuk pekerjaan pengecoran pelataran masjid yang berada di kawasan Teluk Lalong.
“Kami juga masih membuka sumbangan dari jamaah, baik berupa dana maupun material, untuk kebutuhan pengecoran pelataran masjid,” tambah Jazuli.
Pada malam ke-25 Ramadhan tersebut, tausiah oleh Ustad Abdul Zakar. Sementara imam shalat tarawih oleh Ibrahim Al Mahdali. *
Reporter: Sofyan Labolo



