Memahami Tarekat, Hakikat, dan Makrifat: Jalan Spiritual Menuju Kedekatan dengan Allah

oleh -17 Dilihat
oleh
Ustad Jazuli Djamaluddin

LUWUK TIMES – Pemahaman tentang perjalanan spiritual dalam Islam kembali disampaikan oleh Ustad Jazuli Djamaluddin.

Dalam kajian bada Subuh bertempat Masjid Agung An-Nuur Luwuk, Kamis 19 Maret 2026, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara syariat dan penyucian hati.

Ia menguraikan bahwa tarekat merupakan jalan atau metode yang ditempuh seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Melalui tarekat, seseorang dilatih untuk menyatukan perasaan, pikiran, dan amal ibadah agar lebih khusyuk dan terarah.

Sementara itu, hakikat diartikan sebagai kondisi batin di mana setiap ibadah yang dilakukan benar-benar dirasakan kedekatannya dengan Allah.

Pada tahap ini, ibadah tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga pengalaman spiritual yang mendalam.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang makrifat, yaitu tingkat spiritual tertinggi di mana seorang hamba tidak lagi memiliki “hijab” atau penghalang dalam merasakan kehadiran Allah dalam hidupnya.

Hati yang Bersih 

Orang yang mencapai makrifat memiliki hati yang bersih dan terbebas dari sifat-sifat tercela.

Dalam kajian tersebut juga ia sampaikan bahwa kedekatan dengan Allah tidak semata-mata ditentukan oleh luasnya pengetahuan atau banyaknya ibadah, melainkan oleh kebersihan hati.

Orang-orang yang disebut sebagai wali Allah digambarkan sebagai pribadi yang setiap tindakannya seolah-olah digerakkan oleh kehendak Allah karena ketulusan dan keikhlasannya.

Sebagai contoh keteladanan, diceritakan perjuangan Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai ujian. Seperti saat Perang Uhud maupun ketika berdakwah di Thaif.

Meski mengalami luka dan penolakan, Rasulullah tetap menunjukkan kesabaran dan kasih sayang.

Bahkan menolak azab bagi kaum yang menyakitinya. Sikap ini menjadi gambaran tingginya tingkat spiritual dan akhlak beliau.

Ustad Jazuli juga menekankan pentingnya menjaga hati dari potensi dosa yang berasal dari dalam diri.

Dalam ajaran tarekat dikenal istilah latifah, yaitu titik-titik halus dalam diri manusia yang dapat menjadi sumber kebaikan maupun keburukan.

Salah satu cara untuk mengendalikannya adalah dengan memperbanyak zikir.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa mempelajari tarekat tidak boleh membuat seseorang meninggalkan syariat.

Keduanya harus berjalan seiring, karena meninggalkan syariat justru dapat menyesatkan.

Melalui kajian ini, Ustad Jazuli berharap jamaah dapat memahami bahwa perjalanan spiritual dalam Islam bukan hanya soal ritual.

Akan tetapi juga tentang membangun hati yang bersih, ikhlas, dan penuh kasih, sebagaimana telah dicontohi Rasulullah SAW. *

Reporter Sofyan Labolo