LUWUK TIMES – Kajian Alquran Ustad Jazuli Djamaluddin di Masjid Agung An-Nuur Luwuk, Selasa (17/3/2026), membahas tentang salah satu elemen penting dalam kehidupan manusia, yakni hawa nafsu.
Dalam ceramahnya, Ustad Jazuli menjelaskan bahwa sebelumnya telah ia bahas tiga elemen utama kehidupan manusia, yaitu jasad, roh, dan kalbu (hati).
Kali ini pembahasan berlanjut pada elemen keempat, yakni hawa nafsu.
Menurutnya, hawa nafsu merupakan sesuatu yang diberikan Allah kepada manusia dan hewan.
Berbeda dengan malaikat yang diciptakan tanpa hawa nafsu sehingga selalu taat kepada Allah SWT.
“Ada malaikat yang Allah ciptakan terus bersujud. Ada pula yang terus bertawaf hingga hari kiamat. Mereka tidak memiliki hawa nafsu,” jelasnya.
Sementara itu, manusia dan hewan memiliki hawa nafsu yang cenderung mengarah pada kenikmatan biologis.
Seperti makan, tidur, dan berbagai keinginan lainnya. Namun sifat dasar hawa nafsu adalah bebas dan sulit kita atur.
Karena itu, ia menegaskan bahwa hawa nafsu harus kita kendalikan oleh ajaran agama. Jika tidak terkontrol, hawa nafsu justru dapat menghancurkan kehidupan manusia.
“Banyak contoh dalam kehidupan. Pencuri tertangkap, koruptor tertangkap KPK, pelaku kejahatan lainnya. Semua itu karena hawa nafsu yang tidak terkendali,” ujarnya.
Jenis Nafsu
Ustad Jazuli juga menjelaskan beberapa jenis nafsu yang ada dalam diri manusia.
Pertama adalah nafsu amarah, yakni nafsu yang mendorong seseorang pada sifat egois dan kemaksiatan.
Seperti mudah marah, merasa lebih hebat dari orang lain, kikir, hingga rakus. Nafsu ini juga bisa membuat seseorang malas beribadah.
Kedua adalah nafsu lawwamah, yaitu kondisi ketika seseorang menyadari kesalahan dan menyesali perbuatannya, meski terkadang masih diliputi keraguan.
Ketiga adalah nafsu mutmainah, yaitu nafsu yang telah mencapai ketenangan.
Orang yang berada pada tahap ini memiliki hati yang tenteram, ridha terhadap ketetapan Allah, istiqamah dalam beribadah, rendah hati, serta senang membantu sesama.
“Orang yang memiliki nafsu mutmainah akan merasa tenang ketika mengingat Allah dan menerima setiap ujian dengan lapang dada,” jelasnya.
Selain itu, Ustad Jazuli juga menekankan pentingnya akal bagi manusia. Dalam Al-quran, Allah berulang kali mengingatkan manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya.
“Manusia punya akal, sedangkan hewan tidak. Jika manusia tidak menggunakan akalnya, maka derajatnya bisa sama seperti hewan,” tegasnya.
Kajian ini menjadi pengingat bagi umat Islam agar mampu mengendalikan hawa nafsu dengan iman dan ajaran agama, sehingga kehidupan dapat berjalan lebih baik dan terarah. *
Reporter Sofyan Labolo



