Kajian Alquran Ustad Muadz di Masjid Agung An-Nuur Luwuk: Kebaikan dapat Menghapus Dosa

oleh -10 Dilihat
oleh
Para jamaah shalat Subuh di Masjid Agung An-Nuur Luwuk, Minggu 8 Maret 2026. (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

LUWUK TIMES – Para jamaah shalat Subuh Masjid Agung An-Nuur Luwuk kembali disuguhi ilmu bermanfaat dari Ustad Muadz, Minggu (08/03/2026).

Dalam kajian tersebut, Ustad Muadz menjelaskan sebuah kaidah penting dalam kehidupan. Yakni kebaikan yang dilakukan seorang hamba dapat menghapus dosa-dosanya.

Kaidah ini menjadi harapan besar bagi setiap mukmin yang ingin kembali kepada Allah dan memperbaiki diri.

Ia mencontohkan bahwa ibadah seperti shalat dapat menjadi penggugur dosa.

Selain itu, puasa juga dapat menghapus dosa-dosa kecil. Namun untuk dosa besar, seorang muslim harus memohon ampun secara khusus dengan melakukan taubat nasuha.

Ustad Muadz juga menjelaskan bahwa beberapa dosa harus diselesaikan langsung kepada pihak yang dirugikan.

Misalnya, jika seseorang berbuat salah kepada orang tua, maka ia harus datang meminta maaf secara langsung.

Begitu pula jika seseorang mengambil hak orang lain, seperti menyerobot tanah, maka ia wajib mengembalikannya dan memohon maaf.

Shalat Sunnah 

Sementara itu, bagi orang yang pernah meninggalkan shalat, ia dianjurkan memperbanyak shalat sunnah sebagai upaya menutup kekurangan tersebut.

Sedangkan bagi yang meninggalkan puasa Ramadhan tanpa uzur, ia harus bertobat dengan sungguh-sungguh kepada Allah.

Dalam kajian itu juga dijelaskan bahwa dalam Islam terdapat dua bentuk pengampunan dosa.

Pertama adalah Al-Ghufron, yaitu dosa yang ditutupi oleh Allah. Kedua adalah Al-Afwu, yakni pengampunan yang membuat dosa tersebut benar-benar dihapus hingga tidak tersisa.

Ustad Muadz menggambarkan bahwa hati manusia pada dasarnya putih dan bersih.

Ketika seseorang berbuat dosa, maka muncul titik hitam di dalam hatinya. Namun ketika ia melakukan kebaikan dan bertobat, titik hitam tersebut dapat hilang kembali.

“Selama masih ada iman, setiap kesalahan yang kita lakukan pasti akan menimbulkan penyesalan dalam hati,” ujarnya.

Di akhir kajian, jamaah diingatkan untuk bertakwa kepada Allah di mana pun dan kapan pun, serta segera menutup setiap keburukan dengan kebaikan.

Dengan demikian, perlahan hati akan membenci kemaksiatan dan semakin mencintai ketaatan.

Kajian ini menjadi pengingat, pintu taubat selalu terbuka. Dan setiap kebaikan yang kita akukan dengan ikhlas dapat menjadi jalan bagi seorang hamba untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT. *

Reporter Sofyan Labolo