LUWUK TIMES — Ketua Umum KONI Kabupaten Banggai, H. Amirudin, menegaskan komitmennya untuk memberdayakan atlet-atlet lokal Banggai Sambatu pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah ke-X di Morowali tahun 2026 mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris KONI Banggai, Sugiarto Djanun, dalam rapat koordinasi bersama perwakilan cabang olahraga di ruang rapat KONI Banggai, Kamis (11/12/2025).
“Pak Ketum berharap atlet Banggai Sambatu yang tampil pada Porprov 2022 menjadi dasar komposisi atlet kita di Porprov Sulteng 2026,” ujar Sugiarto.
Menurutnya, sikap tersebut menegaskan bahwa KONI Banggai tidak menginginkan adanya gelombang mutasi atlet dari luar daerah. Penentuan atlet akan berpatokan pada database resmi atlet Banggai Sambatu pada Porprov 2022.
Sugiarto menjelaskan, berdasarkan keputusan Raker KONI Sulteng, aturan mutasi atlet berlaku setiap lima tahun atau dua kali siklus Porprov.
“Mutasi bukan tidak mungkin, tetapi prosesnya cukup panjang,” ujarnya.
Selain harus melalui permohonan resmi dari cabang olahraga dan koordinasi dengan KONI, mutasi juga melibatkan kompensasi medali.
“Untuk emas kompensasinya Rp75 juta, perak Rp50 juta, dan perunggu Rp25 juta,” terang Sugiarto.
Meski prosesnya rumit, ia menegaskan bahwa KONI Banggai tetap akan menampung setiap usulan mutasi yang diajukan.
Sugiarto juga menyampaikan jadwal pelaksanaan Porprov yang ditetapkan berlangsung pada 2–11 November 2026. Dengan mempertandingkan 27 cabang olahraga dan 29 disiplin ilmu.
“Terdapat dua cabor baru yang akan debut, yakni Alti dan Kickboxing,” tambahnya.
Selain Sugiarto, dua pengurus KONI Banggai lainnya, Supardi Putala dan Romi Botutihe, turut memberikan arahan dalam rakor tersebut.
Sugiarto juga menanggapi ketidakhadiran Ketum KONI dan Ketua Harian KONI Banggai pada rapat. “Pak Ketum dan Ketua Harian tidak hadir karena ada agenda lain. Bidang Litbang dan Bimpres juga berhalangan,” jelasnya. *













