LUWUK TIMES— Kabupaten Banggai kembali menorehkan catatan baru dalam dunia olahraga petualangan. Untuk pertama kalinya, Night Orientering Competition sukses digelar dan langsung menyedot perhatian atlet lokal maupun nonlokal.
Kegiatan ini diikuti peserta dari Kabupaten Banggai, Kota Palu, hingga Provinsi Gorontalo. Ajangnya pun berlangsung meriah dengan atmosfer persaingan yang ketat.
Night Orientering merupakan cabang olahraga luar ruang yang menguji kemampuan navigasi, ketahanan fisik, serta ketelitian peserta, khususnya dalam kondisi minim cahaya.
Berbekal peta khusus dan kompas, para atlet harus menemukan sejumlah titik kontrol (control point) di medan alam dalam waktu secepat mungkin. Olahraga ini berada di bawah naungan Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI).
Ajang yang diselenggarakan oleh Slank Adventure Luwuk ini menjadi panggung pembuktian kemampuan para atlet dalam membaca peta dan menentukan strategi terbaik di tengah tantangan malam hari. Persaingan berlangsung sengit sejak awal lomba hingga garis akhir.
Hasilnya, perwakilan FONI Gorontalo tampil gemilang. Mereka meraih juara pertama dengan perolehan 160 poin sempurna serta catatan waktu tercepat 00.25.07, sekaligus menyapu bersih kompetisi.
Posisi kedua diraih oleh KPAB Resol melalui atletnya Arjuna, yang juga mengoleksi 160 poin, namun dengan waktu tempuh 00.34.32. Sementara itu, Maiti dari Kota Palu harus puas di peringkat ketiga dengan 160 poin dan waktu 00.38.06.
Ketua KPRA Slank Adventure Luwuk, Diwanda Salsabila Badalu, menyampaikan, kegiatan ini tidak semata-mata berfokus pada kompetisi.
Menurutnya, Night Orientering Competition juga menjadi ajang silaturahmi antar komunitas pecinta alam. Sekaligus memperkenalkan Kabupaten Banggai sebagai daerah yang memiliki potensi besar untuk pengembangan olahraga petualangan.
“Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin dan mampu menarik lebih banyak peserta dari berbagai daerah,” ujarnya.
Dengan suksesnya event bekerja sama FONI Banggai dan FONI Sulteng ini, panitia berharap ke depan dapat digelar dengan skala lebih besar. Bahkan menjadi ikon baru olahraga petualangan di Kabupaten Banggai. *













