Pagi itu Jumat, 19 Juni 2026, halaman kantor bupati tidak seperti biasanya. Riuh rendah obrolan khas masyarakat perdesaan berbaur dengan semangat yang membubung tinggi.
SEBANYAK 152 pasang mata menatap optimis ke depan. Mereka adalah wajah-wajah pejuang pangan Kabupaten Banggai.
Mereka terdiri dari 102 petani andalan serta 50 penyuluh dan pendamping yang bersiap memulai sebuah perjalanan penting.
Hari ini, rombongan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banggai resmi dilepas oleh Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili.
Destinasi mereka sudah jelas. Gorontalo, tempat digelarnya Pekan Nasional (Penas) KTNA 2026 yang berlangsung pada 20 hingga 25 Juni mendatang.
Bagi para petani dan nelayan, Penas bukan sekadar ajang berkumpul atau seremonial belaka.
Ini adalah panggung akbar empat tahunan yang disediakan pemerintah pusat.
Sebuah ruang di mana inovasi, teknologi moderen, dan keringat para perawat bumi dari seluruh penjuru Nusantara bertemu.
Menembus Batas, Mengadopsi Kemajuan
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Furqanuddin Masulili memberikan pesan mendalam yang membakar semangat para peserta.
Ia menekankan agar seluruh kontingen tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
Penas harus dihadapi dengan keseriusan penuh, bukan sebagai ajang pelesiran.
”Kita harus serius mengikuti setiap kegiatan di Gorontalo. Di sana, semua kemajuan pertanian akan ditampilkan, mulai dari alat pertanian modern hingga teknik-teknik terbaru. Kita harus banyak mengadopsi ilmu mereka,” tegas Furqanuddin.
Wabup mengingatkan bahwa sektor pertanian, nelayan, budi daya tambak, hingga peternakan di wilayah lain.
Seperti Jawa dan Sumatera, seringkali selangkah lebih maju.
Oleh karena itu, momentum Penas yang diisi dengan agenda temu wicara dan studi tiru ini harus dimanfaatkan sebagai jembatan untuk mengejar ketertinggalan tersebut.
Apresiasi dari 24 Kecamatan
Rasa syukur dan bangga pun tidak bisa disembunyikan oleh Ketua KTNA Kabupaten Banggai, Irwanto Kulap.
Baginya, keberangkatan tahun ini terasa sangat spesial dan inklusif. Pemerintah daerah menunjukkan komitmen nyatanya dengan memastikan keterwakilan dari seluruh wilayah.
”Sebagai Ketua KTNA, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah daerah karena telah menganggarkan keberangkatan ini. Alhamdulillah, perwakilan dari 24 kecamatan di Kabupaten Banggai bisa ikut serta dalam kegiatan besar ini,” ujar Irwanto dengan nada haru.
Kendaraan yang membawa rombongan mulai bergerak meninggalkan halaman.
Di dalam bagasinya, tidak hanya ada pakaian dan perbekalan, tetapi juga harapan besar masyarakat Banggai.
Ketika mereka kembali nanti, tanah Banggai menanti sentuhan ilmu baru, teknologi modern, dan semangat segar yang siap disemai demi pertanian yang lebih maju. *
Sofyan Labolo

