LUWUK TIMES — Suasana khusyuk menyelimuti kajian Alquran bada shalat Subuh bertempat Masjid Agung An-Nuur Luwuk, Rabu (11/3/2026).
Dalam kajian singkat sekitar 15 menit tersebut, Ustad Jazuli Djamaluddin menyampaikan pesan mendalam tentang tasawuf, khususnya pentingnya mengenal diri sebagai jalan untuk mengenal Allah SWT.
Dalam ceramahnya, Ustad Jazuli menjelaskan bahwa tasawuf merupakan ilmu yang membahas tentang hakikat diri manusia.
Menurutnya, banyak orang selama ini merasa sudah mengenal dirinya, padahal yang dikenal hanya sebatas identitas formal seperti yang tercantum dalam KTP.
“Kalau hanya mengenal identitas seperti nama dan alamat, itu sama saja seperti anak TK atau SD. Itu belum mengenal diri kita secara hakiki,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia mengutip perkataan para ulama yang menyebutkan bahwa siapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya. Oleh karena itu, memahami diri sendiri menjadi bagian penting dari ilmu tasawuf.
Dalam kajian tersebut, Jazuli juga mengungkapkan bahwa dalam diri manusia terdapat lima unsur utama yang akan dibahas secara bertahap selama kajian Ramadhan. Pada kesempatan itu, ia memulai dengan unsur pertama, yaitu jasad atau pancaindra manusia.
Menurutnya, jasad manusia berasal dari tanah sebagaimana disebutkan dalam ayat yang sering dibacakan saat prosesi penguburan: manusia diciptakan dari tanah, hidup di atas tanah, dan kelak akan kembali ke tanah.
“Ketika manusia meninggal, seluruh tubuhnya akan hancur kecuali satu bagian, yaitu tulang sulbi. Dari situlah manusia kelak akan dibangkitkan kembali,” jelasnya.
Ia juga menyinggung bahwa Rasulullah SAW dan umatnya termasuk yang pertama akan dibangkitkan pada hari kiamat.
Jauhi Kesombongan
Dalam ceramahnya, Jazuli turut mengingatkan pentingnya menjauhi kesombongan dan sikap rasis. Ia mencontohkan fenomena diskriminasi ras yang pernah terjadi pada berbagai negara sebagai pelajaran bahwa Islam sejak awal telah menegaskan kesetaraan manusia.
“Rasulullah sejak 15 abad lalu sudah menegaskan dalam khutbahnya bahwa tidak ada kelebihan orang kulit putih atas kulit hitam, atau sebaliknya, kecuali karena ketakwaan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa seluruh manusia berasal dari Nabi Adam AS, yang diciptakan dari berbagai unsur tanah. Karena itu, tidak ada alasan bagi manusia untuk merasa lebih mulia karena warna kulit atau keturunan.
Mengakhiri kajiannya, Ustad Jazuli mengingatkan bahwa jasmani merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dengan baik.
“Tubuh ini amanah dari Allah. Jangan sampai kita merusaknya. Kita wajib menjaga jasmani sebagai bagian dari tanggung jawab kita kepada Sang Pencipta,” pungkasnya.
Kajian Ramadhan ini rencananya akan terus berlanjut dengan pembahasan unsur-unsur lain dalam diri manusia sebagai bagian dari upaya memahami hakikat diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. *
Reporter Sofyan Labolo



