LUWUK TIMES – Lebih dari dua dekade hidupnya ia abadikan untuk dunia olahraga Kabupaten Banggai. Dia tak lain adalah Sugiarto Djanun.
Mungkin Sugiarto tak selalu berada pada garis depan arena pertandingan. Namun jejak kerjanya hadir di balik layar berbagai prestasi olahraga daerah.
Lahir Ujung Pandang pada 16 November 1970 lalu, Sugiarto kini memasuki usia yang hampir menyentuh 56 tahun.
Sebagian besar perjalanan hidupnya ia habiskan untuk membangun, menjaga, dan menggerakkan organisasi olahraga Kabupaten Banggai.
Awal Perjalanan dari Porprov 2006
Kisah pengabdiannya mulai pada tahun 2006, ketika Kabupaten Banggai menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV.
Saat itu KONI Banggai dipimpin oleh Bupati Banggai Ma’mun Amir, dengan Andi Jalaudin sebagai sekretaris dan Yoris Martianus sebagai bendahara.
Sugiarto sebenarnya belum menjadi pengurus KONI. Ia hanya “diperbantukan” membantu kesiapan Porprov.
Sekretariat KONI saat itu bermarkas pada gedung eks Telkom yang kini menjadi kantor camat. Kondisinya berantakan, bekas digunakan sebagai desk Pilkada.
Sugiarto mendapatkan kepercayaan untuk menata kembali ruangan, menyiapkan administrasi, hingga membantu kebutuhan teknis panitia.
“Mulai dari menyiapkan sekretariat, fotokopi dokumen, sampai kebutuhan kecil panitia,” kenangnya.
Ia kemudian merekrut William Monggesang sebagai staf Sekretariat Panitia Pelaksana Porprov 2006.
Dari situlah langkahnya pada dunia olahraga Banggai benar-benar Sugi sapaan akrab memulainya.
Dari Staf Sekretariat hingga Pimpinan KONI
Usai Porprov 2006, Banggai sukses menjadi runner up. Setelah itu Sugiarto resmi masuk dalam struktur KONI Banggai sebagai staf sekretariat.
Saat itu honor yang ia terima hanya sekitar Rp500 ribu per bulan. Namun bagi Sugiarto, yang terpenting bukanlah jumlahnya.
“Musdar Amin waktu itu bilang, aset pemerintah harus dijaga. Saya diminta tetap bertahan membantu KONI,” ujarnya.
Kariernya kemudian perlahan naik.
Pada era Bupati Banggai Sofhian Mile tahun 2011, Sugiarto dipercaya menjadi Kepala Sekretariat KONI Banggai sekaligus Wakil Sekretaris III.
Sofhian Mile hanya empat bulan menahkodai KONI Banggai. Selanjutnya ia serahkan kepada Samsul Bahri Mang yang memimpin selama tujuh tahun.
Pada periode berikutnya di bawah kepemimpinan Muntasar Abd. Azis, Sugiarto kembali naik menjadi Wakil Sekretaris I dengan tetap memegang jabatan Kepala Sekretariat.
“Penjaga” Puluhan Cabang Olahraga
Perannya tidak hanya pada struktur organisasi. Sugiarto juga aktif menjembatani berbagai cabang olahraga (cabor) dengan KONI.
Ia mengaku pernah membantu mengelola hingga 20 cabang olahraga dari total sekitar 30 cabor, termasuk organisasi seperti Bapopsi dan SIWO.














