“Bukan karena saya ahli di cabang olahraga itu. Tapi saya menjadi mediator antara cabor dan KONI. Yang penting cabor itu hidup dan punya kegiatan,” katanya.
Pada tingkat provinsi, Sugiarto juga sebagai Wakil Ketua V KONI Sulawesi Tengah pada masa kepemimpinan Fatur.
Termasuk menjadi Koordinator Wilayah IPSI Sulawesi Tengah yang membawahi tiga daerah pada wilayah Banggai Bersaudara (Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut).
Kantor 3×3 Meter dan Perjuangan Sunyi
Perjalanan panjang itu tidak selalu berjalan mulus. Sugiarto pernah merasakan masa ketika KONI Banggai tidak memiliki kantor tetap.
Gedung sekretariat di eks Telkom dialihkan menjadi kantor camat. Sementara ruangan di Inspektorat yang sempat diberikan tidak bisa digunakan karena renovasi untuk kebutuhan MTQ.
Akhirnya, aktivitas KONI dilakukan di sebuah kamar kecil berukuran 3×3 meter.
“Sekitar dua bulan kami berkantor di situ. Bahkan melayani cabor sampai di rumah kontrakan,” cerita Sugiarto, kepada Luwuk Times, Rabu (11/03/2026).
Meski dengan fasilitas terbatas, aktivitas organisasi tetap berjalan.
Mengawal Prestasi Banggai
Selama perjalanan Porprov, Sugiarto menjadi saksi naik turunnya prestasi olahraga Banggai.
Porprov 2006 – Luwuk: Runner up dengan 15 emas
Porprov 2010 – Toli-Toli: Peringkat 8 dari 12 kabupaten
Porprov 2015 – Poso: Peringkat 5 dari 13 kabupaten
Porprov 2019 – Parigi Moutong (dilaksanakan 2020): Peringkat 3 setelah Palu dan Parigi
Ia juga aktif mengikuti Rembuk Olahraga Nasional (RON) tahun 2016 di Kalimantan dan RON 2019 di Jakarta, yang menurutnya memberikan banyak pengalaman untuk pengembangan olahraga di Luwuk.
Target Besar Porprov 2026
Menatap Porprov 2026, Sugiarto memasang target realistis namun optimistis.
Ia berharap dibawah kepemimpinan H. Amirudin baik Bupati maupun Ketua Umum KONI Banggai, daerah ini mampu meraih 60 hingga 70 medali emas dan tetap bertahan pada tiga besar.
“Yang penting semua stakeholder kompak membangun olahraga. Anggaran memang penting, tapi pembinaan atlet secara berjenjang juga tidak mudah,” ujarnya.
Bagi Sugiarto, olahraga bukan sekadar pertandingan atau medali. Ia melihatnya sebagai cara membangun sumber daya manusia daerah.
Itulah sebabnya sejak awal ia memilih jalur pengabdian ini, meski sempat memiliki pilihan lain seperti bekerja pada sektor tambang dan migas.
Kini, setelah lebih dari 20 tahun berada pada balik layar olahraga Banggai, Sugiarto Djanun tetap berdiri sebagai salah satu figur yang menjaga denyut organisasi olahraga Kabupaten Banggai.
Sekalipun perjuangan tak manis, dengan ia bekerja pada sebuah ruangan kecil berukuran 3×3 meter menjadi saksi bisu kecintaan Sugi kepada olahraga. *
Reporter Sofyan














