Oknum Kepsek dan PPPK SDN Tampe Pagimana yang Malas Mengajar, Begini Respons Wabup Banggai

oleh -2167 Dilihat
oleh
Wabup Banggai Furqanuddin Masulili

Kadisdik Banggai Syafrudin Hinelo: Tidak ada yang kita lindungi, jika itu salah


LUWUK TIMES — Soal Kepala Sekolah (Kepsek) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) SDN Tampe Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai yang malas mengajar, akhirnya mendapat respons pemerintah setempat.

Adalah Wakil Bupati Banggai, H. Furqanuddin Masulili yang menyikapi atas keluhan para orang tua siswa SDN Tampe.

Kepada Luwuk Times Senin (01/12/2025) bertempat ruang kerjanya, Wabup Furqanuddin mengaku prihatin atas sikap oknum Kepsek dan PPPK tersebut.

“Saya prihatin dengan adanya abdi negara yang jarang melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik,” ucap Furqanuddin.

Baca Juga:  PSU Simpang Raya, Pemilih AT-FM Bertambah 1.500 Suara

Tak sekadar prihatin. Tapi ada langkah kongkrit yang Wabup Banggai tempuh.

Ia meminta kepada Kepala Desa (Kades) Tampe untuk membuat laporan resmi, terkait dengan keluhan orang tua siswa itu.

“Segera kepada Kepala Desa untuk membuat laporan ke pada saya,” tegas Wabup Furqanuddin.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo mengaku telah mengevaluasi kinerja Kepsek dan PPPK SDN Tampe itu.

“Tentang tenaga guru SDN Tampe kecamatan Pagimana yang menjadi keluhan orang tua siswa itu sementara proses evaluasi dan itu berjenjang,” ucapnya.

Baca Juga:  Ratusan Pelari Ramaikan Puncak HUT ke 15 Kecamatan Batui Selatan

Ia bahkan secara tegas mengatakan, pihaknya tidak akan melindungi, jika terbukti Kepsek dan PPPK itu benar-benar telah mengabaikan tugasnya.

Para siswa SDN Tampe Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai

“Tidak ada yang kita lindungi, jika itu salah,” tegas Didi sapaan Syafrudin Hinelo.

Sementara itu, orang tua murid SDN Tampe Kecamatan Pagimana Jhon Mokoagow mengaku sangat kecewa, sekalipun keluhan ini sudah cukup lama, namun belum ada penyelesaian.

“Kami kecewa. Meski kasus ini sudah lama, tapi belum ada sikap tegas dari OPD teknis,” ucap Jhon.

Baca Juga:  Puluhan Tahun Menanti, Jalan Rusak di Desa Siuna Banggai Terlupakan, Mana Gubernur dan Wakil Rakyat

Sebelumnya media ini pernah melansir bahwa para siswa SDN Tampe hanya belajar di Balai Desa Tampe. Itu karena gedung sekolah masih dalam proses rehabilitasi.

Terkadang aparat desa dan guru dengan suka rela mengajar. Harapannya, agar para siswa tetap bersekolah dan menerima pelajaran.

Namun dilain sisi, Kepsek dan PPPK SDN Tampe, jarang melaksanakan tugasnya. Itu lantaran mereka lebih banyak absen ketimbang hadir. *

No More Posts Available.

No more pages to load.