LUWUK TIMES – Warga Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, kembali harus menelan pil pahit.
Ruas jalan provinsi yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat itu kini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan, sebagaimana tampak jelas pada foto di lapangan.
Lubang menganga, permukaan jalan yang hancur serta genangan air saat hujan telah menjadi pemandangan sehari-hari.
Ironisnya, kondisi ini bukan terjadi setahun atau dua tahun. Melainkan telah berlangsung berpuluh-puluh tahun tanpa penanganan serius.
Bagi warga, jalan tersebut bukan sekadar infrastruktur, melainkan akses hidup. Jalan itu dilalui anak-anak menuju sekolah, petani mengangkut hasil kebun, hingga warga yang membutuhkan layanan kesehatan. Namun harapan akan perbaikan seolah terus berjarak dengan kenyataan.
Kekecewaan warga pun kian memuncak. Kritik mereka tak hanya diarahkan kepada anggota DPRD Sulawesi Tengah Dapil IV Banggai Bersaudara (Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut).
Yang bagi warga belum memberi perhatian maksimal, tetapi juga kepada Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid.

Warga merasa aspirasi mereka selama ini hanya berhenti sebagai catatan, tanpa tindak lanjut nyata di lapangan.
Padahal, status jalan sebagai jalan provinsi seharusnya menjadi alasan kuat untuk mendapatkan prioritas penanganan.
Melalui pemberitaan ini, masyarakat Desa Siuna kembali menyuarakan jeritan hati mereka.
Harapannya sederhana: ada perhatian, ada tindakan, dan ada keberpihakan terhadap warga di pelosok yang selama ini merasa terabaikan.
Kini, masyarakat hanya bisa berharap, agar aspirasi yang kembali disuarakan ini mengetuk nurani para pemangku kebijakan, baik di tingkat provinsi maupun para wakil rakyat, demi menghadirkan keadilan pembangunan yang merata. *












