LUWUK TIMES – Cabang olahraga (cabor) Kickboxing di Kabupaten Banggai kini berada dalam kondisi memprihatinkan.
Sejak berakhirnya masa kepengurusan pada Oktober 2025, cabor beladiri tersebut hingga kini belum memiliki nahkoda baru alias tak bertuan.
Hampir tiga bulan berlalu, namun belum ada tanda-tanda pelaksanaan musyawarah cabang untuk memilih ketua dan pengurus baru.
Kondisi ini membuat Kickboxing menjadi satu-satunya cabor di Banggai yang masih vakum, berbeda dengan sejumlah cabor lainnya.
Sekretaris KONI Kabupaten Banggai, Sugiarto Djanun, Selasa (06/01/2026), membenarkan belum terbentuknya kepengurusan baru Kickboxing.
“Kepengurusan cabor Kickboxing memang telah berakhir sejak Oktober 2025 lalu,” ujar Sugiarto.
Meski demikian, ia tetap optimistis kekosongan ini tidak akan berlangsung lama.
KONI Banggai, kata dia, segera membangun komunikasi dengan para pegiat dan pelatih Kickboxing agar musyawarah cabang bisa segera digelar.
“Kami akan segera menjalin komunikasi dengan para pegiat cabor ini, supaya muscab bisa dilaksanakan dan kepengurusan baru segera terbentuk,” jelasnya.
Berbanding terbalik dengan cabor Kickboxing. Cabor dayung dan karate di Banggai telah lebih dulu menyelesaikan proses kepengurusan.
Saat ini, kedua cabor tersebut hanya tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari masing-masing Pengprov.
Sebelumnya, jabatan Ketua Pengkab Kickboxing Banggai diemban oleh Sulianti Murad.
Sementara itu, nama Panji Tamoreka sempat santer dikabarkan akan memegang kendali cabor beladiri tersebut.
Namun hingga kini, kabar tersebut belum berujung pada kepastian.
Dengan kondisi vakum yang telah berlangsung hampir tiga bulan, masa depan Kickboxing Banggai pun masih menggantung.
Publik olahraga berharap, kepengurusan baru segera terbentuk agar pembinaan atlet tidak terhambat. *












