Ia menilai rakyat sebenarnya memiliki keinginan untuk hidup layak dan sejahtera. Namun kesempatan itu, menurutnya, tertutup karena sistem pemerintahan dan iklim investasi yang dianggap tidak sehat.
“Siapa yang nggak mau kaya? Semua orang mau hidup berkecukupan. Tapi rakyat nggak punya kesempatan. Yang punya kesempatan merampok negeri ini cuma pejabat,” ujarnya.
Tak hanya itu, Bang Syukur Mandar juga mengkritik gaya komunikasi Presiden yang dinilai lebih banyak “curhat” dibanding menyelesaikan persoalan rakyat.
“Presiden kok pidatonya curhat. Cerita soal penderitaan rakyat, tapi tidak menyelesaikan masalah rakyat. Presiden itu tugasnya menyelesaikan masalah, bukan pidato di atas panggung,” tegasnya lagi.
Ia bahkan menyinggung pernyataan Presiden sebelumnya terkait sulitnya mendapatkan kredit sebelum berkuasa.
“Giliran jadi presiden bilang, ‘gue ini berkuasa, gue ini presiden’. Itu bukan bahasa seorang presiden, tapi bahasa penguasa,” kritik Bang Syukur Mandar.
Pernyataan pedas tersebut langsung memantik perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. *
Sofyan Labolo

