Proyek IJD Segmen I Banggai Laut Rampung, Ekonomi Daerah Jadi Dinamis

oleh -103 Dilihat
oleh
Inpres Jalan Desa Segmen 1 Matanga - Pelingsolit, yang ditangani Balai Pelaksana Jalan Negara (BPJN) Sulawesi Tengah. Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional, Wilayah III Sulteng.

LUWUK TIMES – Prasarana jalan di Pulau Banggai, Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), satu dekade terakhir ini, kondisinya kian baik.

Pulau Banggai yang memiliki luas wilayah 268 Km2. Ada 4 kecamatan di Pulau Banggai, yakni kecamatan Banggai, kecamatan Banggai Tengah, kecamatan Banggai Utara dan kecamatan Banggai Selatan.

Semua kecamatan di Pulau Banggai sudah saling terhubung dengan jalan darat.

Tahun 2025 Kabupaten Banggai Laut, mendapat sentuhan dana untuk peningkatan jalan dari pemerintah pusat, melalui program jalan Inpres desa (IJD) atau instruksi presiden (Inpres).

Dua segmen jalan strategis yang diberi pemerintah pusat untuk Banggai Laut, ditangani, Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Pada Direktorat Jendral Bina Marga, balai pelaksana jalan negara (BPJN), Provinsi Sulawesi Tengah. Satuan kerja (satker) pelaksana jalan wilayah III.

Lokasinya berada pada ruas Matanga – Pelingsolit. Nilai anggaranya
mencapai Rp.10.522.927.000. Sumber dananya dari APBN murni.

Dari pantauan langsung Luwuk Times 9 Januari 2026 ke Matanga-Pelingsolit-Kelapa Lima, pengerjaan peningkatan jalan segmen 1 yang dilaksanakan CV Mitra Kasih, dengan nilai kontrak Rp.10.522.927.000.

Mulai dari titik Nol di ujung kampung Matanga hingga Sta 2680 sudah teraspal rapih.

Sementara untuk pekerjaan rabat dan bahu jalan masih berantakan (belum rapih).

Kontraktor pelaksana CV Mitra Kasih, yang menangani pekerjaan paket IJD Segmen 1 tidak menampik jika masih ada pekerjaan yang belum rapih dan butuh diperbaiki lagi.

Ferdy, penanggung jawab kegiatan jalan IJD segmen 1 di Matanga, Kecamatan Banggai Selatan, menjelaskan, dejatinya pekerjaan rabat dan bahu jalan sudah dilakukan.

Hanya saja, karena adanya curah hujan yang tinggi beberapa waktu lalu, membuat pekerjaan yang sudah selesai rusak tergerus banjir.

“Sekarang pekerjaan yang rusak, tengah kami perbaiki dan disempurnakan. In Syah Allah, pekan ini rampung,” tegas Ferdy.

Beberapa warga kecamatan Banggai Selatan yang diminta tanggapannya, mengaku senang dengan hadirnya program IJD.

Sebelum jalan IJD dikerjakan. Kondisi jalan di daerah ini berlubang-lubang. Saat panas berdebu waktu hujan becek.

“Alhamdulillah, setelah ada program IJD jalan di desa kami sudah mulus, tidak berlubang dan nyaman dan aman untuk dilalui,” kata Arifin.

Jika Arifin menyoroti soal mulusnya jalan di Matanga, Pelingsolit dan Kelapa Lima. Fatma justru melihat dari sisi lain.

Makin mulusnya kondisi jalan di Balut, otomatis konektivitas antar kecamatan makin cepat dan nyaman.

Ujung-ujungnya distribusi orang dan barang bisa makin cepat dan lebih ekonomis.

Fatma, percaya dengan prasarana jalan yang baik akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, kabupaten Balut serta bisa mensejahterakan rakyat.

Diakhir keteranganya, Fatma berharap, program IJD jangan berhenti di Pulau Banggai saja.

Semoga program ini bisa ditularkan ke daerah lain di Banggai Laut, semisal di Pulau Bangkurung, Pulau Bokan atau Labobo. *

Reporter Setiyo Utomo

REKOMENDASI UNTUK PEMBACA