Sehari kemudian pada petang hari, Ustad Rahmat sadar dan bisa berkomunikasi serta berbicara dengan orang-orang sekitar.
Karena Amanah dan tanggung jawab sebagai ketua DPD PKS Banggai, Ustad Rahmat menelepon beberapa orang pengurus untuk memastikan persiapan kegiatan donor darah dalam rangka milad PKS pada hari sabtu besoknya tidak ada yang terlewat.
Dimana saat itu kondisinya benar-benar belum pulih, bahkan untuk berbicara melalui telepon pun suaranya terdengar sangat berat.
Namun Ustad Rahmat tetap memaksakannya hanya sekedar memastikan bahwa teman-teman bisa menghandle persiapan agar acara berjalan lancar tanpa kendala.
Sebagai ketua DPD PKS, perhatian Ustad Rahmat terhadap kader begitu besar. Tidak hanya ketika ada kegiatan, tapi dalam keseharian beliau punya perhatian terhadap kader dan anggota. Walaupun sebenarnya dengan kondisinya saat itu, beliaulah yang seharusnya layak untuk diperhatikan juga.
Pembawaan, karakter dan tutur katanya yang lembut punya kesan tersendiri bagi setiap orang yang pernah berinteraksi dengannya. Tidak pernah didapati Ustad Rahmat marah dan berkata kasar apabila ada hal yang kurang berkenan baik itu kepada kader dan anggota PKS maupun kepada orang lain.
Mungkin karena latar belakangnya yang seorang pengafal (hafidz) Alquran, jadi akhlaknya pun akhlak Alquran. Kesehariannya pun lebih banyak dihabiskan dengan Alquran.
Ustad Rahmat merupakan imam masjid dan juga seorang guru tahfidz Alquran di SDS Islam Terpadu Madani Luwuk.
Terkait dengan profesinya, pernah ada yang mengatakan bahwa dapat dimana ketua partai yang partainya itu punya kursi di DPRD tapi ketuanya cuma seorang guru sekolah dasar.
Padahal umumnya ketua partai biasanya dari kalangan pejabat pemerintah, ketua / anggota DPRD atau dari kalangan pengusaha/kontraktor.
Namun semua itu dijalani oleh Ustad Rahmad tanpa beban, penuh kesyukuran dan tetapi dijalani dengan Amanah dan penuh tanggung jawab. Bahkan amanahnya mampu dipikul sampai dengan akhir hayat.
Ustad Rahmat Illahi akan selalu menjadi sosok yang selalu dirindukan, diteladani dan dicintai oleh orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya.
Semoga beliau mendapat tempat terbaik disisi Allah dan menikmati balasan amal kebaikan yang beliau tabur selama masa hidupnya. *
Penulis adalah pengurus PKS Kabupaten Banggai



