LUWUK TIMES – Memasuki hari ke-20 bulan suci Ramadhan 1447 H, jamaah Masjid Agung An-Nuur Luwuk mengikuti tausiah yang disampaikan oleh Ustad Asaad DG Matona, Senin (9/3/2026).
Dalam ceramahnya, Ustad Asaad menekankan pentingnya memperbanyak salawat kepada Muhammad SAW sebagai bentuk kecintaan umat kepada Rasulullah. Ia mengingatkan bahwa seseorang akan merugi jika mendengar nama Nabi Muhammad namun tidak bersalawat.
“Salawat adalah tanda cinta kita kepada Rasulullah. Beliau adalah sosok dengan gelar Al-Amin, manusia yang sangat jujur dan menjadi teladan bagi umat,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa salah satu nikmat terbesar dari Allah adalah nikmat umur panjang sehingga masih diberikan kesempatan bertemu dengan bulan suci Ramadan.
Menurutnya, banyak keluarga, sahabat, dan kerabat yang pada tahun-tahun sebelumnya masih bersama, namun kini tidak lagi dapat menjalani Ramadhan.
“Karena itu kita harus bersyukur atas nikmat iman dan Islam yang Allah berikan, sehingga kita masih bisa beribadah dan meraih ketakwaan,” katanya.
Ustad Asaad juga menegaskan bahwa Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki diri.
Ia mengingatkan agar umat tidak merugi dengan menjalani Ramadhan tanpa perubahan sikap, pola pikir, maupun perilaku.
Dalam tausiahnya, ia mengkritik pola pikir sebagian manusia yang menjadikan dunia sebagai tujuan utama kehidupan. Menurutnya, harta dan materi hanyalah bagian sementara dari kehidupan.
“Dunia ini hanya sementara, seolah-olah seperti sandiwara. Jangan sampai kita menjadikan harta sebagai segalanya,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa shalat merupakan sarana seorang hamba untuk berdialog dan mendekatkan diri kepada Allah. Melalui shalat, manusia dapat lebih mengenal dan merasakan kedekatan dengan Sang Pencipta.
Akhir ceramahnya, Ustad Asaad mengajak jamaah untuk selalu bersyukur atas nikmat kesehatan, kesejahteraan, dan kehidupan yang diberikan Allah. Termasuk tidak menjadikan nikmat tersebut sebagai jalan untuk menjauh dari-Nya.
“Hidup ini hanya sementara. Mari kita seimbangkan kehidupan dunia dan akhirat, tetap bersosialisasi dengan masyarakat tanpa melupakan Allah. Semoga kita diwafatkan dalam keadaan beriman,” pungkasnya. *
Reporter Sofyan Labolo

