LUWUK TIMES— Keterlambatan pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) menuai sorotan.
Kali ini, sejumlah pegawai lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banggai mempertanyakan kejelasan proses yang berlarut-larut. Padahal dana kabarnya sudah tersedia di kas daerah.
Seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kegelisahan yang kini dirasakan banyak tenaga kesehatan.
Ia menilai lambannya proses pencairan TPP menimbulkan tanda tanya besar buat kalangan pegawai.
“Yang jadi pertanyaan kami, dana TPP itu katanya sudah ada. Lalu kenapa pencairannya masih terkatung-katung seperti ini?” ujarnya mempertanyakan.
Menurutnya, secara administrasi seluruh persyaratan pengajuan sudah terpenuhi. Namun hingga kini, belum ada kepastian kapan hak tersebut akan diterima.
Lebih jauh, ia juga menyinggung adanya informasi yang beredar pada internal pegawai terkait dugaan pungutan untuk memperlancar proses pencairan. Bahkan ada potongan sebesar Rp50 ribu per orang.
“Kalau memang ada biaya tambahan untuk kelancaran, kenapa setelah itu tetap saja lambat? Ini yang membuat kami semakin bingung,” tambahnya.
Kondisi ini berdampak langsung pada semangat kerja tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat.
TPP yang semestinya menjadi bentuk penghargaan atas kinerja, justru berubah menjadi sumber keresahan.
Pegawai tersebut berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka. Termasuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pencairan TPP.
“Harus ada transparansi. Kalau memang ada kendala, sampaikan secara jelas. Jangan sampai muncul dugaan-dugaan yang justru merusak kepercayaan,” tegasnya.
Hingga berita ini tayang, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab keterlambatan pencairan TPP tersebut. *
Reporter Sofyan Labolo













