Advertising

Example floating
Example floating

Tak Ada Kericuhan di Doorstop Bupati Banggai Amirudin, Sejumlah Jurnalis Luwuk Angkat Bicara

Sofyan
Wawancara doorstop Bupati Banggai Amirudin oleh kalangan jurnalis usai pelantikan Pejabat Tinggi Pratama, Kamis (19/02/2026)
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

LUWUK TIMES — Keluhan seorang wartawan di Banggai yang sempat mencuat melalui pemberitaan media online terkait sesi wawancara doorstop Bupati Banggai Amirudin usai pelantikan Pejabat Tinggi Pratama, menuai tanggapan dari sejumlah jurnalis yang berada langsung di lokasi.

Wartawan Banggai Times, Naser Kantu, Kamis (19/02/2026) menegaskan, suasana pelantikan hingga doorstop berlangsung normal dan tidak seperti yang digambarkan. Ia mengaku berada dekat dengan pihak yang disebut dalam keluhan tersebut.

IMG-20260829-WA0006

“Saya berada dekat dengan yang bersangkutan. Saat itu seluruh wartawan fokus meliput dalam ruangan pelantikan. Tidak ada ajudan yang berteriak atau melarang peliputan. Arahan yang diberikan semata untuk pengambilan foto agar tidak mengganggu prosesi,” ujar Naser.

Baca Juga:  Suasana Haru di Ujung Pengabdian 29 Tahun: Catatan Perpisahan Agus Gunadi dan Yusni Monggesang serta Syukuran Kadinsos Banggai

Menurutnya, dinamika lapangan adalah hal yang wajar dalam kegiatan resmi.

“Bagi saya, situasi tersebut terlalu dibesar-besarkan. Secara umum, pelantikan berjalan tertib,” tambahnya.

Pandangan serupa disampaikan Andika, wartawan Sulteng Times. Ia menilai sesi doorstop berlangsung baik dan kondusif tanpa adanya perlakuan kasar.

Baca Juga:  Misi Pertahankan Tahta Porprov, Bupati Amirudin Pimpin Langsung Strategi Kontingen Banggai

“Doorstop berjalan lancar. Tidak ada dorongan yang terkesan kasar. Bahkan ajudan Pak Bupati terlihat memegang tangan yang bersangkutan secara perlahan sambil tersenyum,” ungkap Andika.

Sementara itu, wartawan terasbanggai.com, Budi Sahari, juga menyatakan tidak melihat adanya kejadian luar biasa, baik di dalam ruangan maupun saat doorstop berlangsung.

Baca Juga:  Skandal Pungli Jaspel Nakes di Banggai Diduga Terstruktur dan Diotaki Oknum Kapus

“Bupati saat itu hanya menjelaskan agenda seleksi terbuka untuk 15 kepala perangkat daerah. Wajar jika ada teguran ketika narasumber merasa kurang nyaman. Yang saya lihat, arahan diberikan secara perlahan,” tandas Budi.

Sejumlah wartawan berharap perbedaan persepsi dapat disikapi secara proporsional. Mereka menilai, komunikasi yang baik antara narasumber, ajudan, dan insan pers tetap menjadi kunci agar proses peliputan berjalan lancar dan profesional. *

Editor Sofyan Labolo

-->