Dapur Mom's Arsy
Dapur Mom's Arsy
Dapur Mom's Arsy
Luwuk Times, Banggai — Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan pemerasan mencoreng dunia kesehatan di Kabupaten Banggai. Seorang oknum Kepala Puskesmas (Kapus) diduga kuat memanfaatkan jabatannya untuk “menyunat” honor dan jasa pelayanan para tenaga kesehatan (nakes) bawahannya hingga 10 persen.
Praktik culas ini terbongkar setelah sejumlah nakes yang tak lagi mampu membendung kekecewaan mendatangi langsung Ruang Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Banggai untuk mengadukan nasib mereka.
Menanggapi kabar buruk tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Marsidin Ribangka, memberikan respons tegas saat ditemui awak media pada Jumat (4/9/2026).
Marsidin mengaku kaget lantaran selama melakukan kunjungan kerja ke 22 dari 27 puskesmas di Banggai, dirinya selalu membuka ruang dialog terbuka maupun aduan personal via WhatsApp, namun tidak pernah ada laporan mengenai pemotongan honor nakes.
Meski begitu, Marsidin menegaskan tidak akan melindungi siapa pun yang bermain-main dengan hak para nakes.
Jika dugaan pemotongan tersebut benar-benar terbukti di lapangan, ia menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.
“Tegas saja. Kalau terbukti, ya itu kan ranah hukum, silakan. Seandainya kemarin dilaporkan langsung ke saya dan tahu oknumnya, pasti sudah saya proses,” tegas Marsidin.
Terkait langkah DPRD Kabupaten Banggai yang berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membedah kasus ini, Kadis Kesehatan menyatakan kesiapannya untuk hadir.
Ia menegaskan akan bersikap kooperatif dan siap membuka data serta informasi secara transparan demi mengusut tuntas oknum Kepala Puskesmas maupun pihak dinas yang diduga terlibat dalam aksi pemerasan keringat para nakes tersebut. *










