LUWUK TIMES – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Tahap II yang digelar di Kecamatan Nuhon, Senin (23/2), menghadirkan enam kecamatan yakni Nuhon, Bunta, Simpang Raya, Lobu, Pagimana dan Bualemo.
Dalam forum strategis tersebut, Kecamatan Pagimana mencatat sebanyak 250 usulan program untuk tahun anggaran 2027.
45 Usulan tak Terakomodir
Dari total tersebut, 205 usulan dinyatakan masuk dalam daftar prioritas. Sementara 45 lainnya belum dapat diakomodir. Itu karena berbagai pertimbangan teknis dan administratif.
Usulan yang diajukan mencakup empat bidang utama. Mulai dari infrastruktur, ekonomi, sosial budaya, serta pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat (PMM).
Camat Pagimana, Wahyudin Sangkota, dalam laporannya menjelaskan bahwa ratusan usulan tersebut merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan.
“Untuk tahun anggaran 2027, Kecamatan Pagimana mengusulkan 250 program kegiatan. Sebanyak 205 usulan menjadi prioritas dan 45 lainnya belum dapat diterima karena beberapa pertimbangan,” jelas Wahyudin.
Isu Strategis
Sejumlah isu strategis yang mengemuka dalam Musrembang Tahap I RKPD juga kembali terungkap.
Antaranya peningkatan ruas jalan Kelurahan Pagimana, Desa Asaan, Desa Bulu, Desa Nain hingga Kelurahan Pakowa yang masih membutuhkan penanganan komprehensif.
Ruas jalan tersebut saat ini tengah dikerjakan dan ditargetkan rampung pada 2027 mendatang.
Selain itu, pembangunan jalan Desa Bulu menuju Desa Baloa Doda/Kolobias turut menjadi perhatian.
Proyek ini memerlukan intervensi lintas instansi, khususnya terkait persoalan kawasan hutan agar akses jalan dapat segera dibuka.
Tak hanya infrastruktur jalan, kebutuhan air bersih yang menghubungkan Desa Tongkonunuk dan Desa Lamo juga dinilai sangat strategis, mengingat arah pengembangan wilayah Pagimana ke depan berada di jalur tersebut.
Di sektor pendidikan dan pelayanan publik, pemerintah kecamatan turut mengusulkan pengadaan kendaraan operasional untuk mengangkut pelajar dari Desa Poh dan desa-desa pegunungan yang jauh dari ibu kota kecamatan.
Selain itu, pengadaan mobil pemadam kebakaran di ibu kota Kecamatan Pagimana dinilai mendesak, terutama untuk melayani Desa Jaya Bakti yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi.
Tak kalah penting, pembangunan jaringan listrik di ruas jalan Desa Nain dan Desa Kepulauan Poat, serta pemasangan lampu penerangan jalan umum di desa-desa pegunungan juga menjadi prioritas.
Langkah ini sekaligus mendukung visi “Banggai Terang” yang dicanangkan pemerintah daerah.
Wahyudin menambahkan, usulan yang belum disepakati umumnya dinilai dapat dibiayai melalui dana desa, Alokasi Dana Desa (ADD), atau dana pelimpahan lainnya.
Selain itu, sebagian belum dilengkapi data pendukung seperti proposal dan dokumentasi kesiapan lahan.
“Pertimbangan utama adalah skala prioritas daerah serta kelengkapan administrasi. Ke depan, kami berharap seluruh desa dapat melengkapi dokumen pendukung agar usulan lebih mudah diakomodir,” pungkasnya.
Reporter: Anto Yasin















