5 Bulan Gaji Tak Dibayar, Karyawan PCNI Boikot Lahan Penumpukan Pelabuhan Tangkiang Banggai

oleh -325 Dilihat
oleh
Karyawan PCNI
Karyawan PCNI boikot lahan penumpukan pelabuhan Tangkiang Banggai. (Foto Istimewa)

LUWUK TIMES – Aktivitas bongkar muat dan arus trucking di lahan penumpukan Pelabuhan Tangkiang lumpuh total.

Karyawan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Citra Nusantara Indonesia (PCNI) melakukan aksi boikot sebagai bentuk protes atas gaji yang tak kunjung dibayarkan selama lima bulan terakhir.

Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung sejak Selasa pagi (2/2/2026) sekitar pukul 08.00 Wita.

Para karyawan menghentikan seluruh aktivitas operasional di lahan penumpukan pelabuhan Tangkiang yang selama ini dikelola PT PCNI.

Baca Juga:  Kasus Perselingkuhan di Toili Barat Banggai Berakhir Mediasi

Akibat pemboikotan ini, sejumlah kegiatan bongkar muat barang serta mobilisasi armada trucking terpaksa dihentikan sementara.

Hingga berita ini diturunkan, kendaraan pengangkut barang tidak diperkenankan masuk ke area pelabuhan.

Dampaknya, sejumlah perusahaan jasa pengurusan transportasi (JPT) mengeluhkan terhambatnya distribusi barang, terutama untuk pengiriman yang bersifat mendesak ke luar daerah.

“Ada demo PCNI di lahan penumpukan Pelabuhan Tangkiang. Sejak pagi mobil-mobil kami tidak bisa masuk untuk memuat barang. Padahal ada barang urgent yang harus segera diberangkatkan ke luar kota,” ujar Yusak, salah satu manajer JPT.

Baca Juga:  Wabup Banggai Furqanuddin Pimpin Upacara Hari Patriotik ke-84 di Pagimana, Teguhkan Semangat Persatuan

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada KIPP Luwuk, Hasfar, maupun Kepala Cabang BUP PT PCNI, Dea.

Namun hingga berita ini diturunkan, keduanya belum memberikan tanggapan resmi.

Persoalan Internal

Sementara itu, Ketua DPC ALFI–ILFA Banggai, Rudi Harun Suleman, menyayangkan aksi pemboikotan yang berdampak langsung pada kelancaran arus logistik di Pelabuhan Tangkiang.

“Ini seharusnya menjadi persoalan internal perusahaan. Masalah kecil, tapi tidak mampu diselesaikan sehingga berimbas luas pada distribusi barang. Sangat disayangkan,” tegas Rudi.

Baca Juga:  Sambut 1 Syawal 1445 H, Desa Jayabakti Banggai Gelar Pawai Perahu Hias

Rudi mengaku akan segera berupaya mencari solusi agar aktivitas bongkar muat dan arus barang di Pelabuhan Tangkiang dapat kembali berjalan normal.

Hingga berita ini tayang aksi boikot karyawan BUP PT PCNI masih berlangsung. Dan seluruh aktivitas arus barang di lahan penumpukan Pelabuhan Tangkiang masih terhenti. *

Editor Sofyan Labolo