Close

Jembatan Lompio, Membelah Keterisolasian Kabupaten Banggai Laut

SofyanSofyan305 dilihat
Pemancangan tiang beton untuk jembatan Lompio, Banggai, Kabupaten Banggai Laut. (FOTO Istimewa)
A-AA+A++

Luwuk Times, Banggai Laut — Pulau Banggai secara administrasi masuk wilayah Kabupaten Banggai Laut (Balut), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Luas wilayah Kabupaten Balut 9.672.70 Km persegi, sementara luas Pulau Banggai 268 Km persegi.

Kabupaten Balut punya 7 kecamatan, 3 kelurahan dan 63 desa. Di Pulau Banggai ada 4 kecamatan, 3 kelurahan dan 27 desa. Jumlah penduduk Balut berjumlah 77.395 jiwa lebih. Yang berdiam di Pulau Banggai 47.769 jiwa lebih.

Kabupaten Balut merupakan kabupaten paling timur dari provinsi Sulteng. Memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah dan beragam, di laut Balut punya perikanan tangkap dan budidaya laut.

Sektor pertanian perkebunan, ada komoditas kelapa, cengkeh, tanaman pangan dan buah-buahan tropis.

Pada sektor wisata, Balut punya destinasi wisata bahari pulau Tolobundu dan ikan endemik Banggai (ikan cardinal Banggai). Termasuk wisata sejarah berupa situs peninggalan  berupa istana raja (Kraton) di kelurahan Lompio Kota Banggai.

Masih terbatasnya sarana dan prasarana transportasi yang dipunyai Kabupaten Balut, membuat mobilisasi orang dan barang masih lambat dan mahal.

Keterbatasan itu ujung-ujungnya potensi SDA dan kekayaan destinasi wisata tidak mampu digerakkan untuk mensejahterakan rakyat Balut.

Ketertinggalan yang dialami Kabupaten Balut, dibidang sarana dan prasarana transportasi, akhirnya membuat gubernur dan wakil gubernur Sulteng, Dr H Anwar Hafid – Renny Lamadjido, “turun gunung” untuk meretas keterisolasian kabupaten paling timur di Sulteng itu.

Program ‘Berani Lancar” menjadi bukti kongkrit, kerja dari pasangan Anwar – Renny. mulai membuka, menata dan mengantarkan Sulteng untuk menjadi daerah yang maju, terbuka, dan rakyatnya sejahtera.

Tahun 2026 lewat program “Berani Lancar” Anwar – Renny telah mengalokasikan anggaran Rp.28 miliar lebih untuk membangun jembatan di Kelurahan Lompio, Kecamatan Banggai. balut.

Paket pekerjaan pembangunan jembatan Lompio, Kabupaten Balut, dilakukan Dinas Bina Marga Dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Sulteng. Sumber anggarannya berasal dari APBD I Sulteng, senilai Rp.28,7 Miliar.

Dikonfirmasi Luwuk Times, Kamis (10/09/26) Saiful Anwar, ST selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), pembangunan jembatan kelurahan Lompio, Kabupaten Balut menuturkan, pembangunan jembatan Lompio di Kota Banggai, panjang 30 meter lebar 11 meter.

Pelaksanaanya ditangani PT Mitra Sejahtera Mulia. Pengerjaan sudah berjalan sejak kontrak dilakukan tanggal 25 Mei 2026. Batas akhir kontrak  Desember 2027.

Pembangunan jembatan Lompio dilaksanakan dengan kontrak tahun jamak, atau multi years contract (MYC). Nilai kontraknya Rp.28,7 Miliar.

Pasang Iklan Anda Disini_1