Berprestasi tanpa Lapangan, Harapan Petanque Banggai Menanti Jawaban KONI, Begini Respons Sugiarto Djanun

oleh -385 Dilihat
oleh
Sekretaris KONI Kabupaten Banggai, Sugiarto Djanun

LUWUK TIMES — Prestasi atlet petanque Kabupaten Banggai tak lahir dari kemewahan fasilitas.

Medali demi medali pada level regional, nasional, bahkan internasional, justru tumbuh dari keterbatasan.

Namun di balik pencapaian itu, tersimpan kegelisahan, yang hingga kini, cabang olahraga petanque belum memiliki lapangan sendiri.

Keluhan itu lahir langsung dari Ketua Pengkab Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Banggai, Salahudin.

Ia menyuarakan kegundahan para atlet yang terus berprestasi, tetapi belum memiliki tempat latihan yang representatif.

Merespons hal tersebut, Sekretaris KONI Banggai, Sugiarto Djanun, angkat bicara.

Kepada Luwuk Times, Kamis (01/01/2026) Ia mengakui keresahan para insan petanque Banggai adalah hal yang wajar, mengingat kontribusi prestasi yang telah mereka berikan untuk daerah.

Baca Juga:  Semangati Atlet Banggai, Amirudin Tamoreka Bakal Hadiri Pembukaan PON Aceh-Sumut

“Kami memahami dan mengakui, prestasi petanque Banggai sudah berada pada level nasional bahkan internasional,” ujar Sugiarto.

Ia menjelaskan, sebelumnya petanque Banggai sebenarnya telah memiliki lapangan pada kawasan alun-alun kota.

Namun, seiring kebijakan penataan kota, lapangan tersebut beralih fungsi menjadi taman kota dan bersifat permanen.

“Lapangan petanque berada pada alun-alun sudah menjadi taman kota. Itu bagian dari penataan kota, sehingga tidak bisa lagi kami fungsikan,” jelasnya.

Menurut Sugiarto, Dinas PUPR selaku pelaksana penataan telah berjanji akan menyediakan pengganti.

Baca Juga:  Agus Damalante Terpilih Ketua PBVSI Banggai Periode 2025-2029

Namun hingga kini, kendala utama masih terletak pada penentuan lokasi yang layak dan tidak bersinggungan dengan rencana penataan lanjutan.

“Awalnya kami harapkan tetap sekitar alun-alun, bahkan sempat lahir pertimbangan samping masjid. Tapi setelah koordinasi, ternyata alun-alun masih akan ditata lagi pada 2026 atau 2027. Kalau kami paksakan, khawatirnya nanti dibongkar kembali,” ungkapnya.

Saat ini, KONI Banggai tengah menjajaki sejumlah alternatif lokasi.

Antaranya sekitar venue bulutangkis GOR Kilongan, lapangan voli pasir, kawasan Dispora, hingga Ruang Terbuka Hijau (RTH) Lalong.

Baca Juga:  Hadapi Lawan Berat di PON XX Aceh-Sumut 2024, Ini Strategi Kepala Pelatih Panjat Tebing Sulteng

Apalagi lahan untuk venue petanque hanya memiliki luasan, sekitar 10 x 15 meter atau 10 x 10 meter.

“Kami sedang mencari lokasi yang benar-benar aman dan layak. Ini perlu koordinasi dengan Dinas PUPR dan Dispora, terkait kelayakan dan peruntukannya,” katanya.

Sugiarto pun meminta insan petanque Banggai bersabar. Ia memastikan, pada awal Januari pihaknya akan kembali duduk bersama dua OPD teknis untuk mencari solusi konkret.

“Target kami jelas. Saat training center (TC) menuju Porprov 2026 Morowali, petanque Banggai sudah memiliki lapangan yang representatif,” tegasnya. *

Reporter Sofyan Labolo