Bupati Banggai Amirudin Instruksikan Perusahaan Tambang Nikel di Pagimana Siapkan Bus Sekolah untuk Pelajar

oleh -22 Dilihat
oleh
Bupati Banggai H Amirudin Tamoreka. (Foto Anto Yasin Luwuk Times)

LUWUK TIMES – Akses pendidikan bagi siswa-siswi SMP dan SMA pada sejumlah desa terpencil kembali menjadi sorotan dalam Musrenbang Tahap II.

Minimnya sarana transportasi dan jauhnya jarak tempuh ke sekolah menjadi keluhan masyarakat, khususnya dari Desa Bondat, Bungawon, Huhak, Tombang, serta desa pegunungan seperti Bulu Asaan dan Ampera.

Camat Pagimana, Wahyudin Sangkota, mengungkapkan bahwa kebutuhan bus sekolah menjadi aspirasi utama masyarakat.

Banyak pelajar terpaksa menempuh perjalanan jauh dengan keterbatasan kendaraan. Bahkan sebagian harus berjalan kaki demi mengenyam pendidikan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Banggai, Amirudin, menegaskan bahwa persoalan ini seharusnya bisa teratasi.

Sebab Kecamatan Pagimana merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas pertambangan nikel yang cukup besar.

“Pagimana ini banyak tambang nikelnya. Maka sudah seharusnya ada kontribusi nyata melalui program CSR perusahaan. Termasuk penyediaan bus sekolah untuk anak-anak kita,” tegas Amirudin.

Ia menekankan bahwa setiap perusahaan tambang yang beroperasi wajib menjalankan tanggung jawab sosialnya sesuai ketentuan perundang-undangan.

Selain kewajiban sosialisasi kepada pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa, perusahaan juga harus memenuhi aturan terkait AMDAL, UKL-UPL, serta CSR atau bentuk tali asih kepada masyarakat sekitar.

Bupati berharap camat dan para kepala desa proaktif mengawal kewajiban tersebut. Terutama saat ada investasi tambang baru yang masuk ke wilayahnya.

Menurutnya, kehadiran perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan. Akan tetapi juga harus memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Khususnya dalam mendukung akses pendidikan generasi muda.

Dengan adanya dukungan CSR dari perusahaan tambang, Bupati Amirudin berharap para pelajar wilayah Pagimana dapat menikmati fasilitas transportasi yang layak, aman, dan memadai demi masa depan pendidikan yang lebih baik. *

Reporter Anto Yasin
Editor Sofyan Labolo