Demo Panas di Palu! Kantor Komnas HAM Sulteng Disegel dan Dilempari Kotoran, Kaper Livand Breemer Dituding Maling Teriak Maling

oleh -6 Dilihat
oleh
Aksi unjuk rasa memanas terjadi depan Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Sulawesi Tengah Jalan Suprapto, Kota Palu, Senin (9/3/2026).

Livand: Kalau orang menduga, silakan buktikan dalilnya


LUWUK TIMES — Aksi unjuk rasa memanas terjadi depan Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Sulawesi Tengah Jalan Suprapto, Kota Palu, Senin (9/3/2026).

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sulteng Bersatu mendatangi kantor tersebut.

Tuntutan mereka tegas, yakni mencopot Kepala Perwakilan Komnas HAM Sulteng, Livand Breemer.

Massa aksi tiba sekitar pukul 15.10 WITA. Mereka menggunakan mobil sound system dan puluhan kendaraan roda dua.

Sejak awal, suasana demonstrasi berlangsung tegang dengan orasi bergantian. Para orator menyoroti kinerja Livand Breemer sejak menjabat pada 2025.

Koordinator lapangan aksi, Amier Sidik, dalam orasinya menuding Livand Breemer bersikap seperti “maling teriak maling.”

Menurutnya, sikap keras pendemo menyoroti tambang ilegal, Livand justru diduga terlibat dalam aktivitas tambang emas Kelurahan Poboya, Kota Palu.

“Jangan sok suci. Ketua Komnas HAM Sulteng ini ibarat maling teriak maling,” teriak Amier di hadapan massa.

Amier bahkan menuding Livand memiliki kolam perendaman emas pribadi di Poboya yang dugaan kuat dikelola melalui kerja sama dengan seseorang berinisial S.

Selain itu, ia juga menyebut Livand pernah memasok 42 kaleng sianida yang terduga ilegal ke kawasan tambang tersebut.

“Ketua Komnas HAM Sulteng pernah memasok 42 kaleng sianida ke Poboya dan bahkan mengirim satu unit alat berat jenis excavator untuk bekerja di sana,” ujarnya dengan nada kesal.

Baca Juga:  Wagub Sulteng Buka Isbat Nikah dan Khitanan Massal, 62 Pasangan Kini Miliki Legalitas Resmi

Situasi aksi kemudian semakin memanas. Massa tak hanya membakar ban bekas tepat depan kantor. Akan tetapi juga melempar tomat busuk, telur, hingga kotoran hewan ke arah gedung Komnas HAM Sulteng.

Orator lain, Imam Safa’at, turut mengkritik keras sikap Livand Breemer yang terlalu fokus menyoroti tambang rakyat. Sementara masih banyak persoalan hak asasi manusia lain di Sulawesi Tengah yang belum terselesaikan.

“Masih banyak korban bencana yang tinggal di huntara dan belum mendapatkan haknya. Itu yang seharusnya kalian perjuangkan. Tapi Ketua Komnas HAM Sulteng justru sibuk menyoroti tambang rakyat,” tegas Imam.

Ia menilai Livand kerap tampil di media menolak tambang ilegal Poboya. Bahkan sangat vokal menentang penggunaan sianida.

Namun menurutnya, tudingan keterlibatan Livand dalam aktivitas tambang justru menunjukkan adanya peran ganda.

“Dia selalu muncul di media menolak tambang ilegal. Tapi ternyata diduga juga punya kolam perendaman emas. Itu sebabnya kami menyebut dia maling teriak maling,” lanjutnya.

Selama hampir satu jam aksi berlangsung, Livand Breemer tidak menemui massa. Hal tersebut memicu kemarahan para demonstran.

Massa kemudian kembali melempari kantor dengan telur dan tomat hingga mengotori halaman dan area depan gedung.

Massa juga menyegel kantor Komnas HAM Sulteng dengan palang kayu serta mencoret dinding menggunakan cat semprot (pilox).

Baca Juga:  Sambut Rute Palu–Guangzhou, Wagub Sulteng Genjot SDM Bandara dengan Pelatihan Mandarin

Livand Breemer Beri Keterangan

Aksi unjuk rasa memanas terjadi depan Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Sulawesi Tengah Jalan Suprapto, Kota Palu, Senin (9/3/2026).

Usai massa membubarkan diri, Livand Breemer akhirnya memberikan keterangan kepada wartawan.

Ia membantah keras seluruh tudingan yang dialamatkan kepadanya terkait keterlibatan dalam aktivitas tambang ilegal di Poboya.

“Kalau orang menduga, silakan buktikan dalilnya,” tegas Livand.

Mantan Ketua Komnas HAM Papua itu juga menyatakan ia tetap berpihak pada masyarakat dan menilai aksi demonstrasi tersebut sebagai bagian dari mekanisme demokrasi yang wajar.

Menanggapi penyegelan kantor oleh massa, Livand menegaskan aktivitas pelayanan tetap berjalan seperti biasa.

“Kami tetap akan buka kantor, karena kami tetap berkantor,” ujarnya singkat. *

Editor Sofyan Labolo