Waspadai El Niño
Meskipun sosialisasi di Desa Masing turut memfokuskan simulasi gempa bumi, mengingat Desa Masing memiliki histori potensi gempa, banjir, dan tanah longsor, BPBD mengingatkan agar warga tidak alfa terhadap ancaman bencana iklim.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena kemarau panjang atau El Niño diprediksi akan menyelimuti wilayah Indonesia dari Agustus hingga awal tahun 2027.
“Jangan cuma fokus pada gempa. Sekarang ini ada fenomena El Niño. Di beberapa kecamatan lain sudah ada laporan munculnya titik api (karhutla) dan kekeringan. Jangan sampai sawah-sawah warga kering lalu bingung mau buat apa. Pemerintah desa dan perusahaan di sekitar harus bersiap dari sekarang, misalnya menyiapkan sumur bor atau fasilitas air bersih,” tambahnya.
Pembentukan Destana
Guna menguatkan kemandirian warga, BPBD Banggai mendorong pemerintah kecamatan dan desa untuk segera menindaklanjuti kewenangan yang telah dilimpahkan oleh Bupati Banggai sejak tahun 2025 lalu terkait pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).
Kepala Desa dan Camat diimbau menyusun Peraturan Desa (Perdes) pembentukan Destana dengan tetap berkoordinasi bersama BPBD Banggai.
“Destana ini nantinya dihuni oleh relawan-relawan desa yang tangguh. Relawan yang bekerja tulus untuk kemanusiaan tanpa iming-iming, yang siap diturunkan kapan saja saat warga membutuhkan bantuan,” jelas Sekretaris BPBD.
Tangkal Hoaks
Di akhir pemaparannya, BPBD Banggai mengimbau seluruh warga Desa Masing dan masyarakat Banggai pada umumnya untuk cerdas dalam menerima informasi saat terjadi situasi darurat. Panik akibat berita bohong (hoaks) di media sosial sering kali justru memicu bahaya baru.
Warga diminta hanya memercayai informasi resmi yang dikeluarkan oleh BNPB, Pusdalops BPBD Banggai, serta instruksi langsung dari pemerintah desa atau pihak berwenang setempat.
“Kalau ada tanda-tanda bencana, Pak Kades bisa langsung koordinasi dengan Pusdalops kami dan mengimbau warga. Jangan mudah percaya postingan di Facebook yang belum jelas kebenarannya. Mari kita jaga lingkungan, tingkatkan kesiapsiagaan, dan saling bantu saat bencana terjadi,” pungkas Nurlaela. *
Reporter Sofyan Labolo










