Hasil Survei Paslon WINSTAR tak Terkejar, Penasaran? Ini Bocorannya

oleh -1.335 Kali Dibaca
Paslon Winstar pada pencabutan nomor urut di Pilkada Banggai 2015. (Foto: Istimewa)

LUWUK, Luwuktimes.id— Pernyataan calon bupati Banggai H. Herwin Yatim bahwa hasil survei elektabilitas dan tingkat keterpilihannya bersama Mustar Labolo berada pada posisi aman, sepertinya tidak sekadar klaim.

Hal itu diperkuat dengan statemen simpatisan paslon petahana bertagline Winstar yang juga Sekretaris DPD Partai Gelora Kabupaten Banggai, Armin.

“Intinya belum berubah dari hasil survei sebelumnya, baik yang menggunakan metode statistik ataupun secara ilmiah,” kata Armin, kepada Luwuktimes.id, Kamis (19/11).

Awalnya, Armin belum mau memberi bocoran tentang hasil survei paslon yang diusung PDIP, PKS dan Partai Perindo beserta didukung sejumlah parpol lain, termasuk Partai Gelora.

Alasannya, akan ada digelar jumpa pers oleh lembaga survei terkait hasil elektabilitas dan tingkat keterpilihan paslon Winstar.

“Ini hasil survei terakhir di bulan November. Nanti akan ada gelar jumpa pers oleh lembaga survei pertama dan terbesar di Indonesia. Hanya saja waktu dan tempat saya belum tahu,” kata Armin.

Sebagai bocoran awal sambung Armin, paslon Winstar berada pada posisi hampir 50 persen. Disusul paslon nomor urut 2 sekitar 20-an persen. Sedang paslon nomor urut 1 kata Armin baru sekitar 11 persen.

Memang lanjut dia, pemilih mengambang atau yang belum menentukan sikap dukungan persentasenya cukup signifikan, yakni sekitar 20-an persen. Akan tetapi jika melihat peta kekuatan tiga paslon, maka di atas kertas Winstar akan memenangkan kompetisi pilkada Banggai 9 Desember 2020.

“Misalnya pemilih mengambang itu memberi dukungan 100 persen, apakah ke paslon nomor urut 1 atau nomor urut 2, sama sekali tidak memberi pengaruh alias tidak bisa melampaui elektabilitas dan tingkat keterpilihan paslon nomor urit 3,” kata Armin.

Bahkan sebut dia, apabila bergabungnya kekuatan dua paslon tadi, maka tetap saja tidak merubah, paslon Winstar unggul.

Armin yang sudah dua kali melaksanakan survei namun tidak pernah mempublikasikan ini mengaku, jika bercermin dari pengalaman di daerah lain, posisi persentase ini sangat sulit terkejar.

“Sekalipun menggunakan bom Hirosima dan Nagasaki, tetap saja tidak akan terkejar. Iya, ini serius. Sangat sulit terkejar hasil survei Winstar,” kata Armin.

Tentu saja kata Armin lagi, untuk membalikkan keadaan, baik konsultan politik nomor urut 1 maupun nomor urut 2 harus kerja keras. Berbeda ketika selisihnya tipis. *

(yan)