“Selain itu, kegiatan seperti pasar murah dan seminar desa membuktikan bahwa pengkaderan bisa sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Selama empat hari, mahasiswa baru mengikuti berbagai agenda. Yaitu seminar desa, pasar murah, dan penelitian sosial.
Seminar desa membahas tentang kesadaran admnistrasi membangun kesadaran administrasi: kunci kemudahan pelayanan publik.
Pasar murah menjadi sarana solidaritas mahasiswa terhadap kebutuhan ekonomi warga.
Sementara itu, penelitian sosial dengan metode observasi partisipatif. Yakni mahasiswa baru terjun langsung untuk mengidentifikasi potensi sekaligus permasalahan yang dihadapi warga Desa Cemerlang.
Ruang Dialog
Masyarakat setempat menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Mereka menilai kehadiran mahasiswa bukan hanya memberi bantuan praktis, tetapi juga membuka ruang dialog yang mempererat hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat desa.
Harapannya, temuan awal dari penelitian mahasiswa baru dapat menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah desa dalam menyusun program pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Dengan berakhirnya kegiatan pada 13 September 2025, Ketua HIMAGARA FISIP Untika Luwuk menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pola kaderisasi berbasis pengabdian dan penelitian.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya terbentuk sebagai insan akademis. Tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial yang berakar pada nilai pengabdian dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya. *













