Advertising

Example floating
Example floating

Mayat Pria Ditemukan di Kampus Untika Luwuk

Sofyan
Warga Luwuk Kabupaten Banggai dikejutkan dengan penemuan mayat pria di ruangan LP2M Kampus Untika Jalan Dewi Sartika Kelurahan Karaton, Jumat (18/10/2024) dini hari.
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

BANGGAI— Warga Luwuk Kabupaten Banggai dikejutkan dengan penemuan mayat pria di ruangan LP2M Kampus Untika Jalan Dewi Sartika Kelurahan Karaton, Jumat (18/10/2024) dini hari.

Polisi yang mendapat informasi adanya penemuan jenazah ini segera menuju lokasi dan memasang garis Polisi untuk melakukan Olah TKP.

Dari hasil pemeriksaan, korban yang diketahui bernama Muh. Syahrin Amin (42) warga Jalan Kh. Agus Salim Luwuk ini ditemukan dalam keadaan tengkurap di lantai.

Baca Juga:  Gebyar Pentas Seni G-BOM Bakal Guncang Luwuk Kabupaten Banggai

Menurut Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Tio Tondy bahwa korban pertama kali ditemukan oleh 2 mahasiswa yakni RJ (21) dan ER (19).

“Pukul 00.30 Wita, saksi mencari korban lantaran sejak sore hari tidak terlihat namun motornya masih ada dihalaman kampus,” katanya.

Baca Juga:  Sulianti Murad tak Lagi Ketua Perwis Banggai, Jumria Hamunda Ambil Alih Kemudi

Usai pemeriksaan, Polisi langsung membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Luwuk untuk dilakukan Visum dan mengamankan sejumlah barang.

Hasilnya, dibeberapa bagian tubuh terdapat lebam mayat, mulut dan hidung mengeluarkan darah, kondisi lidah tergigit dan mengeluarkan liur, mengeluarkan cairan bening dikelamin serta kotoran dicelana.

Baca Juga:  Sabu Hantam Anak Muda di Banggai, BKPRMI: Masjid Harus Jadi Benteng Pertahanan

“Dari hasil oleh TKP dan visum tidak terdapat tanda criminal maupun kekerasan,” urainya.

Lanjut Kasat bahwa menurut keterangan mantan istrinya bahwa almarhum perokok aktif dan kadang mengeluhkan sakit magh serta juga sering bergadang.

“Berdasarkan permintaan keluarga untuk tidak dilakukan autopsy dan menerima dengan ikhlas kejadian ini,” tukasnya. *

-->