Ini Alasan Andhika Mayrizal Amir Dukung Usulan Gubernur Jadikan Sulteng Simpul Logistik Nasional

oleh -31 Dilihat
oleh
Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah Andhika Mayrizal Amir, S.H., M.Kn

Palu, Luwuk Times— Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah Andhika Mayrizal Amir, S.H., M.Kn memberi dukungan penuh terhadap usulan Gubernur Anwar Hafid yang ingin menjadikan Provinsi Sulteng sebagai simpul logistik nasional.

Usulan tersebut sebelumnya disampaikan Gubernur Sulteng kepada Menteri Koordinator Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kunjungannya ke Kota Palu.

Tentu saja dukungan Andhika Mayrizal Amir itu punya alasan yang sangat mendasar.

“Sebagai perwakilan daerah, saya sangat setuju dengan apa yang menjadi usulan Bapak Gubernur Sulawesi Tengah tersebut. Itu adalah mimpi besar dari para pemimpin terdahulu yang kini harus kita wujudkan bersama,” ujar Andhika.

Menurutnya, pemerataan pembangunan sangat bergantung pada infrastruktur dan konektivitas antarwilayah. Infrastruktur penghubung seperti ruas Kasimbar–Tambu tidak hanya akan memotong jarak tempuh. Akan tetapi juga dapat menurunkan biaya logistik dan memperlancar rantai produksi dari sentra industri ke pasar domestik maupun ekspor.

Andhika juga menyoroti perlunya membuka jalur alternatif selain Kebun Kopi, yang selama ini menjadi satu-satunya akses vital menuju berbagai wilayah strategis seperti Makassar, Sulawesi Utara, Morowali, Banggai, dan sekitarnya.

“Mulai sekarang memang harus kita pikirkan jalur alternatif. Ketergantungan pada satu akses utama seperti Kebun Kopi berisiko besar. Apalagi jika terjadi bencana atau hambatan distribusi,” tambahnya.

Sebagai representasi daerah pada tingkat nasional, Andhika menegaskan bahwa ia akan memperjuangkan usulan tersebut ke pemerintah pusat secara kelembagaan.

Hal itu sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan Asta Cita, yakni delapan program prioritas nasional yang salah satunya adalah pemerataan pembangunan wilayah.

“Kami DPD RI akan menjadikan ini prioritas dalam komunikasi dengan kementerian teknis dan lembaga negara lainnya,” tutupnya. *