LUWUK TIMES – Wacana kenaikan dana pembinaan partai politik (parpol) di Kabupaten Banggai pada 2026 berpotensi mengubah peta penerimaan anggaran parpol secara signifikan.
Jika usulan kenaikan dana pembinaan dari Rp4 ribu menjadi Rp10 ribu per suara mendapat restu Gubernur Sulawesi Tengah, maka Partai Golkar Banggai akan menjadi parpol dengan “jatah” terbesar.
Berdasarkan hasil Pemilu Legislatif 2024, Golkar keluar sebagai peraih suara terbanyak dengan 63.818 suara.
Jika dikalikan Rp10 ribu per suara, partai berlambang beringin yang diketuai H. Beniyanto Tamoreka ini berpeluang menerima dana pembinaan mencapai Rp638.180.000 dalam satu tahun anggaran.
Kenaikan dana pembinaan parpol tersebut tentu berdampak langsung pada postur APBD Kabupaten Banggai.
Dari estimasi sementara, total anggaran yang harus disiapkan pemerintah daerah mencapai Rp1,9 miliar lebih untuk seluruh parpol penerima.
Posisi kedua, Partai Gerindra Banggai yang dinakhodai Hj. Sulianti Murad berpotensi mengantongi Rp396.730.000, seiring perolehan 39.673 suara pada Pemilu 2024.
Sementara itu, PDI Perjuangan menempati urutan ketiga. Dengan 29.755 suara, partai yang kini dipimpin H. Herwin Yatim diperkirakan menerima dana pembinaan sebesar Rp297.550.000.
Papan Tengah
NasDem dan PKB berada pada papan tengah, masing-masing dengan estimasi dana pembinaan Rp232.290.000 dan Rp158.600.000.
Adapun dua parpol dengan jatah terendah adalah PKS dan Hanura. PKS yang meraih 8.050 suara akan memperoleh Rp80.500.000. Sementara Hanura hanya Rp73.860.000 dari 7.386 suara.
Meski demikian, angka-angka tersebut masih bersifat estimasi. Hingga kini, Gubernur Sulawesi Tengah belum memberikan persetujuan resmi atas usulan kenaikan dana pembinaan parpol dari Rp4 ribu menjadi Rp10 ribu per suara.
Jika kebijakan ini benar-benar sah, maka dana pembinaan parpol Kabupaten Banggai akan melonjak drastis.
Sekaligus memunculkan diskursus baru soal efektivitas penggunaan dana publik untuk pembinaan dan pendidikan politik di daerah.
Estimasi Dana Pembinaan Parpol Banggai (Rp10 Ribu per Suara):
Golkar – 63.818 suara: Rp638.180.000
Gerindra – 39.673 suara: Rp396.730.000
PDIP – 29.755 suara: Rp297.550.000
NasDem – 23.229 suara: Rp232.290.000
PKB – 15.860 suara: Rp158.600.000
PAN – 8.469 suara: Rp84.690.000
PKS – 8.050 suara: Rp80.500.000
Hanura – 7.386 suara: Rp73.860.000
Total estimasi anggaran: Rp1.962.400.000. *












