Kader PDIP Diminta tidak Urus Dapur Golkar

oleh -378 Kali Dibaca
Adi Soeria Lasny

LUWUK, Luwuk Times.ID— Musyawarah Daerah (Musda) ke X Partai Golkar Kabupaten Banggai cukup berdinamika. Kalangan luar partai beringin rindang ikut nimbrung dalam membahas siapa figur ideal memimpin partai lima kursi di DPRD Banggai, pasca Samsulbahri Mang tersebut.

Hal itu rupanya menyedot perhatian Relawan Peduli Daerah Sulteng (RPDS).

“Sebaiknya kader partai lain tidak usah ikut campur urus Partai Golkar. Karena saya pun sebagai orang yang diluar Partai Golkar enggan dan tidak mau urus urusan partai golkar, terlebih lagi soal musda. Koq mau urus dapurnya orang,” kata Ketua RPDS, Adi Soeria Lasny, Minggu (09/05/2021).

Adi yang juga mantan Sekertaris Partai Berkarya Kabupaten Banggai ini mengaku, Golkar adalah partai besar yang punya aturan main terkait pemilihan pucuk pimpinan maupun pengusungan kepala daerah.

Musda Golkar Kabupaten Banggai sangat menarik. Karena hampir setahun DPD II partai Golkar dikendalikan oleh Pelaksana Ketua.

Untuk itu di pandang perlu melakukan percepatan dalam melaksanakan Musda sehingga mendapatkan ketua partai yang definitif.

Terlebih lagi lanjut Adi, Partai golkar lagi kena hokinya hari ini yakni menjadi salah satu partai pengusung yang menang dalam Pilkada Banggai. Hal ini menjadi salah satu acuan agar sesegera mungkin melakukan percepatan Musda.

Soal siapa yang akan menjadi atau akan di pilih sebagai ketua itu merupakan hak proegratif dari pengurus Partai Golkar, baik itu dari tingkat PK, DPD II Banggai, DPD I provinsi Sulteng bahkan di DPP.

Tentu dengan beberpa pertimbangan maupun rujukan sesuai peraturan. Salah satunya adalah deskresi.

Nah saat ini yang tengah berkomentar adalah fungsionaris maupun kader dari partai lain. Yang menjadi pertanyaan, kenapa urus-urus partai orang lain? Atau mungkin ada ketakukan setelah Musda bahwa Golkar akan kembali berjaya sebagai mana dahulu. Sehingga mainan isu-isu dilontarkan.

Toh juga sambung dia, bila ada hal-hal yang prinsipil itu yang atur adalah pengurus Partai Golkar sendiri.

Sebaiknya tekan Adi, orang luar tidak usah terlalu banyak berkomentar soal Musda Golkar. Tapi fokus saja pada persiapan dan konsolidasi untuk 2024.

“Jangan sampai banyak ngurusin partai orang lain, partai sendiri terbengkalai,” ujar Adi.

Di mata Adi, Golkar merupakan partai yang paling demokratis. Membuka lebar-lebar kepada siapa saja yang ingin dan mengkaryakan diri untuk partai, sehingga dapat memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Siapa yang terpilih nanti jadi ketua DPD kita serahkan dan nantikan hasilnya pasca Musda Partai Golkar.

Sindiran tersebut, Rio yang merupakan kader PDIP memberi tanggapan.

“Bukan mencampuri. Ini grup WA ketika sebuah isu diangkat di sini, maka mau tidak mau dia akan menjadi diskusi publik,” jawab Rio. *

(yan)

No More Posts Available.

No more pages to load.