LUWUK TIMES – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banggai, H. Aswari, menyampaikan tausiah Ramadhan, bertempat Masjid Kilometer 5, Luwuk Selatan, Kamis (19/2/2026).
Ia menyampaikan pesan tentang hakikat puasa sebagai wujud keimanan dan ketundukan seorang hamba kepada Sang Pencipta.
Dalam ceramahnya, Aswari mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur sebagai tanda bahwa manusia adalah hamba yang memiliki Khalik, pencipta alam semesta.
“Dengan ucapan syukur, kita menegaskan bahwa ada Khalik yang menciptakan dunia ini,” ujarnya.
Mengutip Surat Al-Baqarah tentang kewajiban berpuasa, ia menegaskan bahwa dasar utama ibadah puasa adalah iman.
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan bentuk ketaatan total kepada Allah SWT.
“Kita berpuasa karena Allah. Saat melihat air dan tidak meminumnya. Begitu dengan makanan, kita tak memakannya. Itu karena Allah. Bukan karena tidak mampu, tetapi karena iman,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sahur bukan soal kemewahan makanan.
Menurutnya, yang tubuh butuhkan hanyalah asupan yang cukup. Seperti protein dan karbohidrat. Itu untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah.
“Tidak penting sahur enak, yang penting niat dan keikhlasan kita karena Allah,” tambahnya.
Dalam tausiah singkat sekitar 10 menit itu, H. Aswari turut menyinggung pentingnya kesiapan spiritual dalam menunaikan ibadah haji dan umrah.
Ia menekankan bahwa sebagaimana puasa, ibadah haji juga berlandaskan iman, kesabaran, dan keikhlasan.
Memasuki malam kedua Ramadhan 1447 H, suasana ibadah Masjid Kilometer 5 semakin khusyuk dengan Rahmat Mangendre yang bertindak sebagai imam salat tarawih. *
Reporter Sofyan Labolo




