Lansia Versus Lansia, Dipicu Beda Dukungan Politik Pilkada

Pelaku penganiayan yang ditahan Polsek Toili. (Foto: Humas Polres Banggai)

TOILI, Luwuktimes.id – Pria berinisial KS (77) harus berurusan dengan aparat kepolisian. Itu lantaran lansia yang tinggal di desa Sinorang Kecamatan Batui Selatan ini menganiaya rekannya AR (78) warga desa Desa Sidomakmur, Kecamatan Moilong. Diduga kuat, peristiwa yang terjadi Senin (10/11) sekitar pukul 17.30 wita itu karena perbedaan dukungan politik di pilkada Banggai.

Kapolsek Toili Iptu Candra SH mengungkapkan, peristiwa penganiayaan ini berawal saat korban yang juga merupakan warga Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan ini datang berkunjung ke rumah rekannya di Moilong. “Dan selang berapa lama kemudian, pelaku juga datang,” kata Iptu Candra.

Baca Juga:  Satu dari Lima Pelaku Penganiayaan dan Curas Ditangkap Polisi

Dari obrolan ringan tersebut membahas terkait situasi Pilkada Banggai menjelang voting day 9 Desember 2020 nanti. Tetapi, pembahasan ini langsung memicu emosi pelaku yang langsung memukul wajah korban.

Baca Juga:  AKP Candra Musnahkan Empat ‘Pabrik’ Cap Tikus di Toili

“Atas peristiwa itu korban mengalami luka bagian di telinga serta hidung yang mengeluarkan darah,” ungkap Toili Iptu Candra.

Atas peristiwa itu, lanjut perwira dua balak ini, korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak Kepolisian Sektor Toili dengan nomor laporan polisi LP / 83 / XI / 2020 / RES-BGI / SEK-Tli tanggal 09 November 2020.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Tanpa Buku Nikah, Kedua Pasangan Terjaring Razia Prostitusi di Luwuk

“Pelaku ditangkap Selasa pagi (10/11) di rumahnya tanpa perlawanan. Ia pun mengakui perbuatannya tersebut,” tutup Iptu Candra. *

Baca juga
Di Dua Rumah Warga, Polisi-Babinsa Sita 60 Kantong Cap Tikus

(hae/yan)

Pos terkait