Merajut Kebersamaan Menyambut Ramadhan, PBIP Dinas PUPR Kabupaten Banggai Memilih Berjalan Bersama

oleh -20 Dilihat
oleh
Kabid PBIP Dinas PUPR Kabupaten Banggai I Putu Jati Arsana foto bersama para personelnya
Kabid PBIP Dinas PUPR Kabupaten Banggai I Putu Jati Arsana foto bersama para personelnya

DI AMBANG datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Bidang PBIP Dinas PUPR Kabupaten Banggai mengawali langkahnya dengan satu niat bersama. Memperkuat silaturahmi, menyatukan semangat, dan meneguhkan komitmen melayani masyarakat dengan hati yang lebih bersih dan ikhlas.


SOFYAN LABOLO – LUWUK TIMES

KAMIS 5 Februari 2027 pagi itu, sebanyak 30-an persenel PBIP berkumpul dalam sebuah silaturahmi sederhana namun sarat makna. Sebuah jeda sejenak dari rutinitas teknis untuk menata niat, mempererat persaudaraan dan menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih.

Kegiatan silaturahmi ini bukan sekadar agenda tahunan. Tapi menjadi ruang perjumpaan batin. Tempat seluruh keluarga besar PBIP memperkuat kembali ikatan kebersamaan dan komitmen pengabdian sebagai aparatur publik.

Di tengah tantangan pembangunan infrastruktur yang kompleks, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa kerja besar selalu berawal dari hati yang selaras.

Dalam suasana penuh keakraban, Kepala Bidang PBIP, I Putu Jati Arsana, menyampaikan pesan reflektif. Ia mengajak seluruh jajaran untuk memaknai Ramadhan lebih dari sekadar ritual.

Mengawali sambutannya, Jati mengutip pepatah Ubuntu dari Afrika:

“Jika Anda ingin berjalan lebih cepat, berjalanlah sendirian. Jika Anda ingin berjalan lebih jauh, berjalanlah bersama orang lain.”

Pepatah ini, menurut Jati, sangat relevan dengan semangat kerja organisasi publik. Khususnya PBIP yang menjadi ruh pembangunan infrastruktur daerah.

Bukan Pekerjaan Sesaat

Kecepatan memang penting, namun pembangunan yang berkualitas menuntut kesinambungan, ketelitian, dan kebersamaan.

“Pembangunan bukan pekerjaan sesaat. Ia menuntut kerja tim yang solid, sinergi lintas peran, dan kepercayaan satu sama lain. Dengan berjalan bersama, kita memang tidak selalu paling cepat, tetapi kita akan lebih kuat dan lebih jauh dampaknya,” ungkapnya.

Bagi PBIP, kebersamaan bukan sekadar jargon. Ia diterjemahkan dalam soliditas tujuan, keterbukaan komunikasi, serta kolaborasi dalam setiap tahapan mulai dari perencanaan hingga pengawasan.

Di sanalah nilai kebersamaan menemukan maknanya: tidak hanya mengejar target fisik, tetapi juga membangun kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat.

Ramadhan, lanjut Jati, hadir membawa nilai-nilai luhur yang selaras dengan budaya kerja yang ingin terus dibangun PBIP.

Keikhlasan, kesabaran, disiplin, dan empati menjadi pelajaran penting yang semestinya tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Ramadhan mengajarkan kita menata niat, mengendalikan diri, dan memperkuat empati. Nilai-nilai ini harus menjadi fondasi dalam setiap langkah kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Tiga Kata Kunci

Ia juga menekankan tiga kata kunci yang menjadi napas kebersamaan PBIP: solid, sinergi, dan berbahagia.

Solid berarti berdiri bersama dan saling menguatkan. Sinergi berarti bekerja saling melengkapi, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Sementara berbahagia berarti menjalankan tugas dengan hati yang ikhlas, suasana yang positif, dan rasa syukur dalam setiap pengabdian.

Pada kesempatan itu, seluruh jajaran PBIP diajak menjadikan Ramadhan sebagai momentum refleksi dan perbaikan diri baik secara personal maupun kelembagaan.

Ajakan untuk saling memaafkan, menjaga keharmonisan, serta meningkatkan profesionalisme dan integritas pun mengalir dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

“Mari kita jadikan setiap tugas sebagai bentuk ibadah dan pengabdian. Bekerja dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan semangat kebersamaan,” tutup Jati.

Melalui silaturahmi ini, Bidang PBIP Dinas PUPR Kabupaten Banggai berharap terbangun lingkungan kerja yang semakin solid, sinergis, dan berbahagia.

Sebuah fondasi penting agar kinerja organisasi tidak hanya efektif, tetapi juga berkelanjutan dan bermakna bagi pembangunan daerah.

Karena pada akhirnya, memilih berjalan bersama bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan hari ini.

Akan tetapi tentang menyiapkan masa depan Kabupaten Banggai yang lebih kokoh dengan kebersamaan sebagai pijakannya. *