LUWUK TIMES– Proyek pembangunan jembatan Teluk Lalong, dipastikan akan merubah wajah Kota Luwuk Kabupaten Banggai.
Bahkan proyek itu dinilai akan menjadi salah satu ikon ibukota Kabupaten Banggai tersebut.
Sebagai OPD teknis, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai belum banyak memberi informasi seputar rencana proyek infrastruktur besar tersebut.
“Itu masih dalam tahap melengkapi dokumen perencanaannya,” kata Kepala Bidang Bina Marga PUPR Banggai, Muh. Fikri Dari kepada Luwuk Times, Jumat (29/08/2025).
Karena masih dalam tahap melengkapi dokumen perencanaan, sehingga belum diketahui juga berapa besaran anggaran, kapan rencana pembangunannya termasuk sumber anggarannya.
“Semua itu bisa kita ketahui setelah semua dokumen perencanaannya selesai. Karena itu semua termuat dalam DED (Detail Engineering Design atau rancang bangun rinci,” ucap Muh. Fikri.
Begitu pula siapa pihak rekanan yang akan mengerjakan itu, mengingat belum masuk pada tahapan proses tender.
“Bisa diketahui setelah proses tender selesai,” tambah Fikri.
Yang jelas pertegas Fikri, dengan adanya jembatan Teluk Lalong Luwuk itu banyak manfaat yang bisa kita peroleh.
“Salah satu manfaatnya dapat mengurai kemacetan dalam kota,” kata Fikri.
Karena jembatan itu sambung Fikri, akan terkoneksi langsung dengan jalan wilayah pesisir pantai, Lumpoknyo, kompleka Pasar Tua yang sama sama masih dalam tahap perencanaan.
Gubernur Sulteng dan Bupati Banggai Meninjau Lokasi
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Bupati Banggai Amirudin telah meninjau langsung rencana pembangunan Jembatan Teluk Lalong dan Jalan Lingkar Laut Kota Luwuk, Senin (25/8/2025).
Hadir juga pada peninjauan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Kabupaten Banggai Dewa Supatriagama.
Pada kesempatan itu, Dewa Supatriagama menjelaskan perencanaan pembangunan jembatan teluk lalong akan dibangun dengan tinggi 38 meter.
Ukuran ini kata Dewa, agar menjaga lalu lintas laut tetap tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Penjelasan Dewa Supatriagama ini langsung mendapat respons Anwar Hafid.
“Kapal-kapal dari Bangkep, Balut, kapal Pelni bisa lewat di bawahnya. Wah, ini nanti bisa jadi ikon baru daerah (Sulteng, red),” ucap Gubernur Anwar Hafid.
Terkait persyaratan perizinan 2 mega proyek tersebut, Dewa menyebutkan, akan merampungkan tahun depan.
“Kalau untuk jalan Pak Gub, kemarin masih 2 izin, itu KKPRL dari Kementerian Kelautan dan izin reklamasi, desain dan semuanya tuntas tahun depan,” papar Dewa.
Untuk izin reklamasi, Gubernur Anwar Hafid siap menyetujui.
“Kalau provinsi aman. Masukkan saja proposalnya,” jawab Gubernur Anwar.
Dewa juga menjelaskan bahwa dengan dibangunnya 2 infrastruktur ini, akan mengubah tampilan kota Luwuk.
“Yang tadinya ini dapur masyarakat, sekarang terbalik, jadi depan, waterfront city,” ucapnya.
Gubernur Anwar Hafid berpesan agar perencanaan kedua infrastruktur tersebut dilaksanakan sebaik mungkin.
Dewa Supatriagama juga menginformasikan, pihaknya telah menganggarkan konsultan FS untuk jembatan baru. Sedang DED dan AMDAL tahun depan. *













