Menurutnya, medan ekstrem menjadi kendala utama proyek tersebut.
Jalur pipa sepanjang sekitar 11 kilometer membentang dari sumber mata air hingga permukiman warga, melewati tebing curam dan kontur pegunungan yang naik turun.
“Longsor terjadi di bagian atas karena jalur pipa berada di tebing,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas PUPR kini mengganti pipa PVC yang rusak dengan pipa galvanis atau pipa besi agar mampu menahan tekanan air tinggi yang mencapai 30 bar.
“Kami mengganti pipa di titik itu karena sebelumnya pecah akibat tekanan air yang tinggi,” jelasnya.
Saat ini, empat batang pipa besi sedang dipasang pada titik paling rawan kerusakan.
Meski penggantian tersebut tidak tercantum dalam kontrak awal proyek, langkah itu dianggap penting demi memastikan distribusi air bersih dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan.
Pihaknya pun optimistis proses pemasangan dapat segera rampung sehingga masyarakat Desa Sayambongin bisa menikmati layanan air bersih dalam waktu dekat.
“Sementara dikerjakan pergantian empat ujung pipa dan kami upayakan selesai setelah Lebaran Iduladha,” tutupnya. *

