Renggut Puluhan Ribu Nyawa di Palestina, Netanyahu Teroris Sejati

oleh -1107 Dilihat
oleh
Benjamin Netanyahu

Luwuk Times, Jakarta— Perang genosida yang terjadi di Jalur Gaza, Palestina sejak meledak 7 Oktober 2023, nyaris sudah memasuki 12 bulan atau setahun. Tepat tanggal 7 Oktober 2024 atau dua pekan mendatang, perang yang dikenal dengan ‘Badai Al Aqsha’ berusia setahun.

Perang genosida itu terus dilancarkan militer Israel di bawah komando Menteri Pertahanan Israel, Yoav Galant dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Upaya itu adalah bagian dari pengusiran warga Jalur Gaza di tanahnya. Peristiwa Nakbah, korbannya belumlah seberapa dibandingkan dengan perang yang terjadi saat ini.

Baca Juga:  Semua Faksi di Palestina Sepakati Gencatan Senjata dan Pertukaran Tawanan

Puluhan ribu nyawa dari berbagai kalangan berjatuhan. Ulah Netanyahu yang mempertontonkan kebengisannya adalah bukti nyata bahwa Netanyahu adalah teroris sejati.

Yayasan Pendidikan dan Studi Peradaban (YPSP) yang berkedudukan di Indonesia mencatat pencapaian tak manusiawi selama kurun waktu 12 bulan. Baik korban di Jalur Gaza, dari pihak Israel maupun korban di luar wilayah Palestina dan tanah Pendudukan Israel.

YPSP, lembaga kemanusiaan nirlaba itu mencatat jatuhnya korban sebagai bagian dari pencapaian Benjamin Netanyahu yang tak manusiawi.

Baca Juga:  Serangan Israel ke Doha Jadi Sorotan, Netanyahu Salahkan Erdogan

Dimulai dari Jalur Gaza, Palestina dan wilayah pendudukan Israel. Warga Israel yang tewas tercatat sebanyak 1.664 orang. Kalangan militer, sebanyak 706 orang tentara tewas. Warga Israel yang mengalami luka sebanyak 17.809 orang.

Pemerintahan Netanyahu telah membuka 15 ribu penampungan yang dijadikan tempat mengungsi warga Israel. Jumlah warga Israel yang dievakuasi sebanyak 143 ribu.

Roket Hamas yang diluncurkan menyasar Israel sebanyak 20 ribu. Sebanyak 101 warga Israel masih menjadi tawanan. Sementara 50 warga Israel berstatus sebagai tawanan dinyatakan tewas.

Baca Juga:  Selamatkan Gaza! Kenang Setahun Genosida

Para tawanan ini tewas bukan dibunuh oleh pejuang Palestina, tapi menjadi korban kebiadaban militer Israel, akibat kepanikan hingga tak tercukupinya kebutuhan konsumsi gegara kebijakan blokade pangan.

Korban warga Israel yang tewas tercatat di Lebanon dan Suriah. YPSP mencatat, 50 warga Israel tewas di dua negara itu. Dua puluh empat tentara Israel tewas di Lebanon dan Suriah.

No More Posts Available.

No more pages to load.