Setelah Hujani Roket ke Israel, Iran Peringatkan Amerika Serikat dan Sekutunya

oleh -12 Dilihat
oleh
Kondisi Israel setelah dibombardir roket Iran

Jakarta, Luwuk Times— Ketegangan geopolitik Timur Tengah terus meningkat. Dalam pernyataan terbaru melalui kanal Telegram Al Jazeera, Jumat (20/6/2025) Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait kemungkinan keterlibatan Washington dalam konflik yang sedang berlangsung.

“Jika Washington ikut campur dalam medan perang, maka hasilnya akan menjadi kejutan strategis,” tegas pejabat tinggi parlemen Iran itu.

Ia menambahkan, campur tangan Amerika dalam konflik melawan Iran hanya akan mempercepat proses pengusiran mereka secara militer dan keamanan dari kawasan.

Ia juga memperingatkan, seluruh kepentingan Amerika pada wilayah Timur Tengah tidak akan berada dalam posisi aman, jika eskalasi terus berlanjut.

“Washington harus tahu bahwa kepentingannya pada kawasan ini tidak akan aman,” ungkapnya.

Meningkatnya retorika militer, diplomasi tetap menjadi harapan yang dikedepankan oleh beberapa pihak internasional.

Menteri Luar Negeri Irlandia menyampaikan pernyataan terkait pertemuan penting Jenewa antara Uni Eropa dan Iran yang berlangsung pada hari ini.

“Pembicaraan Jenewa hari ini antara Uni Eropa dan Iran adalah kesempatan untuk jalur diplomatik antara Teheran dan Tel Aviv,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa ketidakhadiran dialog dan deeskalasi bisa berdampak sangat berbahaya.

“Alternatif dari deeskalasi dan dialog sangat berbahaya,” tambahnya.

Sementara itu, situasi lapangan kian memburuk. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan, bangunan utama pada kompleks reaktor air berat Arak mengalami kerusakan serius akibat serangan udara Israel.

Reaktor Arak merupakan salah satu fasilitas nuklir utama milik Iran yang telah lama menjadi sorotan komunitas internasional.

Selain itu, Badan Darurat Iran menyampaikan bahwa lima rumah sakit pada negara tersebut rusak parah akibat serangan Israel pada pekan lalu.

Sejumlah pasien terdampak, meski rincian mengenai jumlah korban masih belum terungkap secara resmi.

Dari Moskow, pemerintah Rusia melalui pernyataan resmi Kremlin mengecam keras laporan yang menyebutkan adanya rencana pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

“Pembicaraan mengenai pembunuhan Khamenei tidak dapat kami terima,” ujar juru bicara Kremlin.

Ia juga menekankan bahwa tindakan semacam itu dapat memicu kekacauan regional yang lebih besar. * stp/Al Jazeera

**) Ikuti berita-berita Luwuk Times lainnya di Google News

REKOMENDASI UNTUK PEMBACA