LUWUK TIMES — Keberadaan dermaga liar pada kawasan Teluk Lalong Luwuk langsung menuai respons mengejutkan dari Bupati Banggai, Amirudin.
Ditanya mengenai sikap Pemerintah Daerah terhadap berdirinya dermaga liar di kawasan publik tersebut, Amirudin mengaku belum mengetahui adanya bangunan yang kini ramai diperbincangkan warga.
“Dermaga liar? Tidak tahu saya. Tidak pernah saya lihat,” ucap Amirudin singkat, usai menghadiri buka puasa bersama di Hotel Santika Luwuk, Selasa (03/03/2026), sesaat sebelum meninggalkan lokasi.
Pernyataan itu sontak memunculkan tanda tanya. Sebab, keberadaan dermaga dan aktivitas speed boat di area taman Teluk Lalong bukan lagi pemandangan baru bagi masyarakat.
Meski demikian, Amirudin menyatakan akan meninjau langsung lokasi yang dimaksud.
“Nanti besok kita lihat. Nanti saya kase komentar,” ujarnya singkat.
Teluk Lalong Kian Kehilangan Pesona
Kondisi Teluk Lalong belakangan memang memprihatinkan. Kawasan yang dulu menjadi ikon keindahan Kota Luwuk itu perlahan kehilangan daya tariknya.
Area publik yang seharusnya tertata rapi dan nyaman untuk bersantai, kini tampak semrawut akibat aktivitas dermaga liar yang berdiri di kawasan taman.
Bahkan, satu tiang lampu taman roboh setelah menjadi tempat mengikat speed boat.
Insiden itu menjadi simbol rapuhnya pengawasan terhadap fasilitas umum pada ruang publik kebanggaan warga tersebut.
Keprihatinan juga datang dari aktivis lingkungan Kabupaten Banggai, Edi Strada. Ia menilai sejak awal tidak ada ketegasan terhadap pemilik speed boat maupun pengelola dermaga.
“Dari awal tidak ada ketegasan terhadap pemilik speed dan dermaga. Sekarang fasilitas umum rusak, lampu taman roboh,” tegas Edi.
Menurutnya, keberadaan dermaga pada area taman jelas tidak pantas dan telah mengubah fungsi ruang publik.
Tempat yang semestinya menjadi ruang santai warga, kini berubah menjadi titik aktivitas tambat perahu.
Kini publik menanti langkah nyata pemerintah daerah. Akankah peninjauan Bupati menjadi awal penertiban? Atau Teluk Lalong akan terus kehilangan pesonanya, sedikit demi sedikit?
Reporter: Sofyan Labolo














