Ustad Jazuli Djamaluddin: Ruh Adalah Urusan Allah, Manusia Hanya Diberi Sedikit Pengetahuan

oleh -483 Dilihat
oleh
Ustad Jazuli Djamaluddin

LUWUK TIMES – Kajian Alquran bada Subuh terus berlanjut di Masjid Agung An-Nuur Luwuk, Kamis (12/03/2026). Memasuki Ramadhan ke 22 Ustad Jazuli Djamaluddin berkesempatan memberikan tausiah.

Ia mengajak jamaah untuk semakin mencintai sunnah Nabi Muhammad SAW sebagai jalan mendekatkan diri kepada Rasulullah di akhirat.

Ia mengawali kajian dengan mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa siapa saja yang mencintai Nabi, maka ia harus mencintai sunnah beliau.

Orang yang mencintai sunnah Rasulullah akan mendapatkan kedekatan dengan Nabi di surga kelak.

Jika sebelumnya Ustad Jazuli membahas tentang jasad. Kali ini ia menekankan tentang ruh yang merupakan rahasia besar dari Allah SWT.

Rasulullah SAW pernah ditanya tentang hakikat ruh. Namun Nabi menjawab bahwa ruh adalah urusan Allah. Dan manusia hanya diberikan sedikit pengetahuan tentangnya.

Hal ini menunjukkan betapa terbatasnya ilmu manusia dibandingkan dengan kekuasaan Allah.

Ustad Jazuli juga menyinggung berbagai penelitian ilmuwan Barat yang mencoba mengungkap misteri ruh.

Penelitian

Para peneliti pernah melakukan percobaan dengan mengamati pasien yang secara medis akan meninggal.

Pasien tersebut mereka tempatkan dalam sebuah peti dengan tujuan melihat bagaimana ruh keluar dari jasad.

Namun, menurut cerita yang ia sampaikan, ruh tetap keluar tanpa dapat diketahui oleh para peneliti.

Ia kemudian mengaitkan hal itu dengan kisah penciptaan Nabi Adam AS.

Allah SWT telah menciptakan ruh sebelum penciptaan manusia.

Dalam Surah Al-A’raf disebutkan bahwa Allah pernah mengumpulkan seluruh ruh dan bertanya:
“Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Semua ruh menjawab, “Betul, Engkau adalah Tuhan kami.” Itulah perjanjian awal manusia dengan Allah SWT.

Ia juga menyinggung perkembangan ilmu pengetahuan modern. Seperti teknologi cloning pada tahun 1990-an yang menggandakan hewan.

Para ilmuwan bahkan memiliki keinginan untuk membuat cloning manusia. Namun, menurutnya, ada satu hal yang tidak bisa diciptakan oleh manusia, yaitu ruh yang hanya berada dalam kekuasaan Allah.

Dalam kisah lain yang disampaikan, para peneliti juga pernah mencoba menangkap ruh dengan menggunakan peti kaca.

Mereka berharap ruh yang keluar dari jasad dapat ditahan dan dipindahkan ke tubuh hasil cloning.

Namun upaya tersebut tidak berhasil, bahkan berujung pada kejadian tragis yang membuat penelitian itu akhirnya dihentikan.

“Hal ini menunjukkan bahwa ruh sepenuhnya adalah urusan Allah. Ilmu manusia sangat terbatas untuk memahami hakikatnya,” jelas Ustad Jazuli.

Pada bagian akhir kajian, ia menceritakan kisah menjelang wafatnya Rasulullah SAW ketika Malaikat Izrail datang.

Saat itu Nabi diberikan dua pilihan oleh Allah SWT, yakni hidup panjang hingga hari kiamat atau kembali bertemu dengan Allah. Rasulullah memilih untuk segera bertemu dengan Allah SWT.

Dalam riwayat disebutkan, ketika ruh Rasulullah dicabut, beliau merasakan beratnya sakaratul maut.

Namun di tengah kondisi tersebut, Rasulullah tetap memikirkan umatnya dan berdoa agar umat Islam tidak merasakan beratnya sakaratul maut seperti yang beliau rasakan.

Hal ini menjadi bukti besarnya kasih sayang Rasulullah kepada umatnya.

Ustaz Jazuli menutup kajian dengan mengingatkan jamaah bahwa dalam banyak riwayat disebutkan umat Islam yang bersyahadat akan mendapatkan jalan menuju surga.

Karena itu, ia mengajak umat untuk memperkuat keimanan, menjaga dua kalimat syahadat, serta mencintai dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. *

Reporter Sofyan Labolo

No More Posts Available.

No more pages to load.