Banggai, Luwuk Times— Ratusan warga yang tersebar pada 10 RT Kelurahan Bungin Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai mendapat jatah daging kurban.
Dari 512 kupon yang telah didistribusi kepada warga sebagai penerima daging kurban, jumlah itu belum termasuk pegawai sara, penggali kubur, imam masjid dan guru mengaji.
Lebaran Idul Adha 1446 H/2025 M ini kata Ketua Panitia Pelaksana Hewan Kurban Kelurahan Bungin, Iwan Pakaya pihaknya menyembelih 21 ekor sapi.
Jumlah sapi kurban tahun ini lebih banyak ketimbang Idul Adha tahun sebelumnya, yakni hanya 19 ekor sapi.
“Hari pertama penyembelihan 4 ekor sapi, bertempat kompleks Pasar Tua atau RT 3. Hari yang sama juga pada RT 8 dan RT 9, masing-masing 1 ekor. Dan pada hari kedua penyembelihan kami pusatkan pada RT 9, dengan 15 ekor sapi yang kami sembelih,” kata Iwan Pakaya.
Untuk jumlah kupon pihaknya telah menyiapkan sebanyak 512 lembar. Dan setiap kantong berisikan 2 kg, 3 ons yang terdiri dari tulang dan daging.
Mengapa harus memilih hari kedua Idul Adha dalam menyembelih 15 ekor sapi? Iwan Pakaya kembali menjelaskan.
“Kalau kemarin hari pendek (Jumat). Makanya kami pilih hari ini. Biar agak panjang waktunya,” tutur Iwan.
Sedikit politis apa yang menjadi informasi Loba-sapaan akrab Iwan Pakaya.
Ia mengatakan, pemotongan hewan kurban mulai pukul 08.00 wita. Sedang proses pendistribusian kepada warga penerima pukul 01.00 wita.
“Kenapa harus jam 01.00 Wita. Iya, karena pemenang Pilkada Banggai adalah paslon Bupati dan Wabup nomor urut 1,” ucapnya.
Sejatinya Bupati Banggai H. Amirudin yang akan hadir pada penyembelihan hewan kurban di Bungin.
Namun karena yang bersangkutan masih punya agenda luar Kota Luwuk, sehingga Bupati mengutus Camat Luwuk Ridwan Polopa untuk mewakilinya.
Terima Kasih Bupati
Pada kesempatan itu, Loba mengucapkan terima kasih kepada Bupati Banggai atas apresiasi terhadap agenda tahunan ini. Apresiasi juga ia sampaikan kepada para donator.

“Terima kasih kepada Bupati Banggai melalui perwakilan Camat Luwuk dan para donator,” kata Loba.
Sebelum menutup komentar, satu hal yang menjadi penegasan Loba.
Setiap tahun jumlah hewan kurban yang disembelih bertambah. Hal itu tentu saja mengikut pada jumlah kupon yang terbagi kepada warga.
Harapan Loba, Idul Adha tahun depan jumlah hewan kurban bertambah. Sehingga target 897 kupon untuk warga terealisasi.
“Target kami tahun depan ada 897 kupon untuk warga. Kenapa memilih angka itu. Iya, karena itu adalah selisih perolehan suara, sehingga AT-FM menang pilkada untuk periode kedua,” ucap Loba.
Camat Luwuk, Ridwan Polopa memberi apresiasi yang tinggi buat warga Bungin.
Baginya, tidak mudah untuk mengelola agenda yang setiap tahun dilaksanakan.
“Atas nama pemerintah kami memberi apresiasi buat warga Bungin yang konsisten dalam melaksanakan penyembelihan hewan kurban setiap Idul Adha,” ucap Camat Luwuk.
Rutin Selama 15 Tahun
Kelurahan Bungin terkenal dengan sikap kegotong royongannya. Salah satu yang menonjol adalah pada kegiatan penyembelihan hewan kurban.
Dengan lebaran Idul Adha 1446 H ini, terhitung sudah 15 kali penyembelihan hewan kurban di Kelurahan Bungin.
Lantas apa rumus yang mereka terapkan sehingga setiap hari raya haji tak pernah absen dalam ber kurban?
Iwan Pakaya memberi jawaban, sejak era Bupati Banggai Sofhian Mile, tradisi penyembelihan hewan kurban ini sudah ada.
“Sekitar 15 tahun lamanya,” ucapnya.
Ada dua metode dalam mengadakan hewan kurban. Pertama donatur dan kedua perorangan.
Khusus donatur, dengan cara membagi kelompok. Setiap kelompoknya terdiri dari 7 personel.
Setiap orang dalam kelompok itu harus menyetor dana bervariasi antara Rp200 ribu sampai dengan Rp250 ribu per bulan, selama 10 bulan.

Untuk menjalankan kepanitiaan hewan kurban Bungin lanjut Iwan, ada puluhan orang yang bekerja.
“Ada 42 orang panitia hewan kurban Bungin. Mereka itu refresentase dari semua RT Kelurahan Bungin,” ucapnya.
Iwan mengaku tak mudah mengatur managemen kepanitiaan hewan kurban Bungin. Apalagi beragam karakter warga yang berada di dalamnya.
“Memang tak mudah. Tapi tinggal tergantung kita dalam mengaturnya,” ucap pria yang mengaku sudah 10 tahun mendapat kepercaraan warga Bungin sebagai ketua panitia hewan kurban ini. *
Sofyan Labolo


