Cagub Sulteng Ahmad Ali: Saya Maju Gubernur bukan untuk Kekayaan, tapi Pengabdian

oleh -1446 Dilihat
oleh
Kegiatan Temu Mat Ali (Tamali) di kawasan Luwuk Shoping Mall, Senin 15 Juli 2024. (Foto: Sofyan Labolo Luwuk Times)

BANGGAI, Luwuk Times— Bakal calon Gubernur Sulteng Ahmad Ali terus berkonsolidasi. Wakil Ketua DPP Partai NasDem ini melaksanakan hajatan politik itu di Luwuk Kabupaten Banggai.

Kegiatan bertajuk Temu Mat Ali (Temali) itu berlangsung di kawasan Luwuk Shoping Mall, Senin 15 Juli 2024 sore.

Beberapa hal disampaikan Ahmad Ali pada kegiatan yang dimoderatori Doni Moidady itu.

Salah satunya terkait obsesi nya maju sebagai calon Gubernur Sulawesi Tengah pada Pilkada 2024.

Baca Juga:  Cegah Peradilan Sesat Eksekusi Lahan Tanjung, Kebijakan Gubernur Sulteng Dinilai Tepat dan Berpihak pada Keadilan

“Bagi saya Gubernur itu bukan jabatan untuk mencari kekayaan, tetapi untuk pengabdian,” kata Ahmad Ali.

Dihadapan ratusan peserta Temali yang didominasi kalangan mahasiswa, Ahmad Ali sedikit bercerita terkait pencalonan sebagai Gubernur Sulteng.

Parallax Image

“Sebenarnya rencana maju sejak 2015. Tapi saya tidak maju saat itu. Karena Sulteng telah memberi amanah buat saya,” katanya.

Begitu pula di tahun 2020, Ahmad Ali mengaku sempat terbesit keinginan untuk berkompetisi di Pilkada Sulteng.

“Di tahun 2020 ada teman yang bilang, kesempatan itu tidak datang dua kali. Tapi saya kurang sependapat dengan pendapat itu. Karena prinsip saya adalah pemimpin ideal itu jika mampu menciptakan kesempatan tersebut,” ucap Ahmad Ali.

Baca Juga:  Jelang Pendaftaran di KPU Banggai, Herwin-Hepy dapat Dukungan PKN

Pada tahun 2020 itu, Ahmad Ali mendapatkan kepercayaan Partai NasDem sebagai Wakil Ketua Umum DPP.

Suami Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Sulawesi Tengah Nilam Sari Lawira ini mengaku, sempat lahir pro kontra ketika ia akan tampil pada kontestasi Pilkada Sulteng 2024.

Baca Juga:  Mengenal Tiga Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng

“Yang setuju bilang begini, Pak Mat layak kembali ke daerah. Kalau yang tidak setuju bilang begini, semua politisi daerah ingin jadi politisi nasional,” kata Ahmad Ali.

“Memang benar, dengan jabatan yang saat ini dimban, saya akan bebas memilih jabatan yang lebih di atas. Akan tetapi, karena keterpanggilan, saya rela meninggalkan semua kenyamanan itu. Karena saya menyadari, saya seperti ini, karena rakyat Sulteng,” tegas Ahmad Ali. *