Advertising

Example floating
Example floating

Anggota DPR RI Nilam Sari Lawira Terima Segudang Uneg-Uneg Cabor di Sulteng

Sofyan
Anggota Komisi X DPR RI Hj. Nilam Sari Lawira saat reses bertempat kediaman Jl. Swadaya Palu, Sabtu tadi malam (15/6/2024).
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

Palu, Luwuk Times— Kunjungan kerja ke daerah pemilihan (dapil) Anggota Komisi X DPR RI Hj. Nilam Sari Lawira dimanfaatkan cabor untuk menyampaikan uneg-unegnya.

Pada saat reses bertempat kediaman Jl. Swadaya Palu, Sabtu tadi malam (15/6/2024), sejumlah pengurus cabor hadir, baik dari provinsi maupun kota. Mereka berasal dari PSTI, FPTI, PBSI, Hapkido, Jujitsu, PBVSI, dan cabor lainnya.

IMG-20260829-WA0006

Intinya mengeluhkan soal sulitnya anggaran pembinaan cabor.

Sekum PBVSI Sulteng, Aprelius Balebu mengaku sulitnya cabor mendapatkan anggaran dari pemerintah.

Apalagi tahun ini, pembinaan cabor diambil alih Dispora Sulteng sesuai Permenpora 2024.

Hal ini menyulitkan cabor untuk mendapatkan bantuan hibah tahun 2025 ini, yang prosesnya sangat rumit. Dari menyampaikan proposal kepada Gubernur lama untuk tahun anggaran 2025.

Baca Juga:  Banggai Menggelegar di Wadokai Day Series III, Sabet 43 Medali dan Gelar Bergengsi Best of the Best!

Akses Latihan

Aprelius juga menyampaikan bola voli sulit mendapatkan akses latihan atlet voli.

GBK Andi Raga Pettalolo menurutnya tidak cocok untuk latihan karena sering dipakai konser dan kegiatan selain olahraga.

Kalaupun untuk latihan, maka sering pula dipakai event olahraga, sehingga rutinitas sulit untuk latihan.

Aspirasi lainnya berasal dari salah satu perwakilan Hapkido Sulteng yang telah membibit dua atlet sampai berhasil menjuarai Kejurnas Junior, yaitu Kalila.

Yang mana perjuangan atlet tersebut berlaku mandiri oleh orang tua dan pengurus. Itu karena meminta anggaran dari pemerintah, dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga serta KONI, berujung kekecewaan.

Baca Juga:  Harga Sawit Petani Murah di Toili Banggai, Mentan Amran Tegas Instruksikan Tindak PT KLS

Pelatih panjat tebing Sulteng, Zikran menyampaikan, minimnya dan sulitnya mendapatkan anggaran serta tiada jelasnya program pembinaan Sulteng ini akhirnya membuat beberapa atlet panjat tebing terancam pindah ke Jawa.

Langit dan Bumi

Menanggapi keluhan tersebut, Nilam Sari Lawira yang baru saja mengunjungi PPLP Jawa Barat mengaku antara pembinaan Jawa Barat dan daerah lainnya dengan Sulteng bagaikan langit dan bumi.

Meskipun Jawa Barat berprestasi, namun juga banyak masalah yang tersampaikan kepadanya saat kunker Jawa Barat. Lalu bagaimana dengan Sulteng?

Baca Juga:  Banggai Prix Championship 2026 di Sirkuit Adipura Luwuk Tak Sekadar Kejar Kecepatan, Keselamatan Penonton Harga Mati

Hal ini membulatkan tekad Ketua DPD NasDem Sulteng ini untuk langsung mendengar suara dari atlet, pelatih, maupun pengurus. Sekiranya apa saja yang perlu pembenahan untuk prestasi olahraga Sulteng yang lebih baik ke depannya.

Nilam Sari bersama dua atlet Hapkido Sulteng yang berprestasi

Usai berdialog, Nilam memberikan suport berupa dana pembinaan kedua atlet Hapkido Sulteng yang berprestasi.

Dalam reses itu juga hadir Ketua Komisi III DPRD Sulteng Hj. Arnila M. Ali yang juga calon Ketua Umum KONI Sulteng, Anggota Komisi IV DPRD Sulteng Abul Rahman dan Dandy Nayoan. *

-->